Pencarian

Stok Pupuk Subsidi di Lebak Melimpah hingga Akhir 2026, Petani Diimbau Segera Tebus agar Tidak Kehabisan

Kamis, 02 Juli 2026 • 18:53:01 WIB
Stok Pupuk Subsidi di Lebak Melimpah hingga Akhir 2026, Petani Diimbau Segera Tebus agar Tidak Kehabisan
Stok pupuk subsidi di Kabupaten Lebak melimpah hingga akhir 2026, siap didistribusikan ke petani.

LEBAK — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengungkapkan, stok pupuk bersubsidi di wilayahnya melimpah. Penyerapan oleh petani sejak Januari hingga akhir Juni 2026 masih jauh dari kuota yang ditetapkan.

Data Dinas Pertanian menunjukkan, dari total kuota urea 23.167.000 kilogram, baru terserap 5.262.681 kilogram. Pupuk NPF dengan kuota 25.449.000 kilogram baru terealisasi 7.374.972 kilogram. Pupuk organik dari alokasi 390.000 kilogram baru tersalurkan 20.504 kilogram.

Stok Melimpah, Petani Jangan Khawatir

Rahmat menegaskan, pihaknya menjamin pasokan pupuk bersubsidi di kios-kios resmi mencukupi permintaan petani. “Kami menjamin stok pupuk bersubsidi di kios-kios resmi melimpah dan mencukupi permintaan petani,” katanya di Lebak, Kamis.

Dengan stok yang masih besar, petani tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan seperti musim tanam sebelumnya. Pemerintah daerah mendorong petani untuk segera menebus pupuk sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar.

Harga Turun, Beban Produksi Berkurang

Harga pupuk bersubsidi dinilai menguntungkan petani. Harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea dijual Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 per sak. Pupuk NPK dibanderol Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per sak.

Ketua Kelompok Tani Sentral Rangkasbitung Udin merasakan manfaatnya. Biaya produksi untuk lahan satu hektare turun dari Rp10 juta menjadi Rp8 juta setelah harga pupuk subsidi turun. “Kami membeli pupuk urea sebanyak 25 kg untuk satu hektar tanaman padi,” ujarnya.

Syarat Ketat untuk Cegah Penyelewengan

Pemerintah daerah menerapkan aturan ketat dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Hanya petani yang tergabung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang berhak membeli.

“Kami tidak melayani petani yang tidak tergabung dalam RDKK untuk mencegah penyelewengan pupuk bersubsidi,” tegas Rahmat. Langkah ini memastikan pupuk tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk meningkatkan produksi pangan.

Petani di Lebak yang tergabung dalam RDKK umumnya menyumbangkan hasil panennya untuk memasok kebutuhan pangan ke luar daerah, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Karawang. Dengan ketersediaan pupuk yang terjamin, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga demi mendukung program swasembada pangan nasional.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks