Pencarian

Pasokan Melimpah, Harga Telur di Lebak Anjlok Rp7.000 per Kilogram, Daging Ayam Ikut Turun

Kamis, 02 Juli 2026 • 18:59:31 WIB
Pasokan Melimpah, Harga Telur di Lebak Anjlok Rp7.000 per Kilogram, Daging Ayam Ikut Turun
Harga telur ayam di Lebak turun menjadi Rp21.000 per kilogram akibat pasokan melimpah.

LEBAK — Harga telur ayam di pasar tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tercatat turun dari Rp28.000 per kilogram menjadi Rp21.000 per kilogram. Daging ayam pedaging juga ikut tertekan, dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram.

Penurunan harga ini terjadi sejak dua pekan terakhir. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan kondisi ini merupakan efek dari produksi yang membanjiri pasar.

Bukan Cuma Telur, Harga Cabai dan Minyak Goreng Juga Turun

Selain telur dan daging ayam, sejumlah bahan pokok lain ikut mengalami penurunan harga. MinyaKita turun dari Rp20.300 menjadi Rp20.000 per kilogram. Cabai merah keriting turun dari Rp47.200 menjadi Rp45.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah turun dari Rp78.600 menjadi Rp70.000 per kilogram.

Bawang merah juga terpantau turun dari Rp45.000 menjadi Rp43.200 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium masih stabil di kisaran Rp12.100 hingga Rp13.400 per kilogram, tergantung kualitasnya. Gula pasir lokal bertahan di Rp18.600 per kilogram dan terigu di Rp12.700 per kilogram.

Lebak: Sentra Unggas Terbesar di Banten, Pasok Hingga Jabodetabek

Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengungkapkan produksi unggas pedaging di Lebak bisa mencapai 7-8 juta ekor per musim panen dalam masa 40 hari. Angka ini menjadikan Lebak sebagai pemasok utama unggas di Provinsi Banten.

"Kami meyakini menurunnya komoditas telur dan unggas pedaging dan bahan pokok lainnya di sentra produksi melimpah, sehingga membanjiri pasar," kata Yani.

Sebagian besar produksi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Hal inilah yang membuat pasokan di pasar Lebak sendiri sangat berlimpah, sehingga harga terus tertekan.

Apa Dampaknya bagi Peternak?

Meski harga di tingkat konsumen turun, kondisi ini bisa menjadi sinyal waspada bagi peternak. Pasokan yang terlalu besar tanpa diimbangi permintaan yang setara berpotensi menekan harga di tingkat peternak. Namun, Disperindag Lebak belum menyebutkan adanya intervensi khusus untuk menstabilkan harga di hulu.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks