Pencarian

Apple Hentikan Produksi Casing Kulit iPhone, Beralih ke Bahan Ramah Lingkungan

Jumat, 03 Juli 2026 • 18:02:01 WIB
Apple Hentikan Produksi Casing Kulit iPhone, Beralih ke Bahan Ramah Lingkungan
Apple resmi hentikan produksi casing kulit iPhone demi target netralitas karbon 2030.

BANTEN — Apple menghentikan produksi casing iPhone berbahan kulit pada 2023. Keputusan ini merupakan bagian dari target perusahaan mencapai netralitas karbon pada 2030. Dalam pernyataan resmi, Apple menyebut material kulit memiliki jejak karbon yang besar.

Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), rantai pasok peternakan bertanggung jawab atas 14,5 persen emisi gas rumah kaca global. Sektor sapi potong dan sapi perah menyumbang sekitar 9,7 persen dari total tersebut.

Apple pertama kali meluncurkan casing kulit premium untuk iPhone pada 2013, bersamaan dengan perilisan iPhone 5S. Selama satu dekade, aksesori ini menjadi pilihan pengguna yang menginginkan tampilan elegan dengan perlindungan standar.

FineWoven Gagal, TechWoven Hadir sebagai Solusi

Sebagai pengganti kulit, Apple memperkenalkan material FineWoven pada 2023. Bahan ini berupa microfiber dengan pola anyaman diagonal yang diklaim memiliki emisi karbon lebih rendah dibanding kulit. Apple menjual casing FineWoven seharga 59 dolar AS (sekitar Rp975 ribu).

Namun, FineWoven menuai kritik dari pengguna. Banyak laporan menyebut casing ini mudah tergores dan muncul bekas pemakaian dalam waktu singkat. Dua tahun kemudian, pada 2025, Apple meluncurkan TechWoven yang terbuat dari 100 persen poliester daur ulang. Ulasan awal menyebut TechWoven lebih tahan lama dan tahan noda dibanding pendahulunya.

Bagi pengguna yang tetap menginginkan casing kulit, opsi dari pihak ketiga masih tersedia. Merek seperti Nomad dan Smartish menawarkan casing kulit iPhone dengan kualitas bersaing.

Pilihan Casing iPhone Selain Apple

Apple kini menyediakan casing berbahan silikon dan plastik bening, beberapa di antaranya mendukung MagSafe untuk pengisian daya nirkabel. Harga casing resmi Apple berkisar antara 39 hingga 59 dolar AS (sekitar Rp645 ribu hingga Rp975 ribu).

Pasar casing iPhone pihak ketiga juga menawarkan variasi lebih luas. Otterbox dan Dbrand dikenal dengan casing anti-bentur untuk pengguna yang kerap menjatuhkan ponsel. Sementara itu, casing dompet (wallet case) bisa menyimpan kartu identitas, kartu bank, dan uang tunai.

Sebagian besar casing pihak ketiga juga mendukung sistem MagSafe milik Apple. Dengan banyaknya pilihan, pengguna tinggal menyesuaikan prioritas antara perlindungan, gaya, atau harga yang lebih terjangkau.

Dampak bagi Pengguna iPhone di Indonesia

Pengguna iPhone di Indonesia yang selama ini mengandalkan casing kulit resmi Apple kini harus beralih ke produk alternatif. TechWoven menjadi opsi termurah dari Apple dengan harga setara casing kulit sebelumnya. Namun, ketersediaan TechWoven di pasar Indonesia belum dikonfirmasi secara resmi.

Bagi yang tetap menginginkan casing kulit, merek pihak ketiga seperti Nomad dan Smartish dapat diakses melalui toko daring atau reseller lokal. Harga casing kulit pihak ketiga bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung merek dan bahan.

Apple terus mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan di seluruh lini produknya. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai nol emisi karbon pada seluruh rantai pasok dan produk pada 2030.

Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks