Pencarian

Tradisi Bertani Badui di Lebak Hasilkan Panen Padi Huma Melimpah, 8.000 Lumbung Jadi Cadangan Pangan

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:37:31 WIB
Tradisi Bertani Badui di Lebak Hasilkan Panen Padi Huma Melimpah, 8.000 Lumbung Jadi Cadangan Pangan
Komunitas Badui di Lebak menyimpan 24 ribu ton gabah dalam 8.000 lumbung sebagai cadangan pangan.

LEBAK — Komunitas adat Badui di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, memiliki sistem ketahanan pangan yang telah berlangsung turun-temurun. Lewat tradisi bertani padi huma, mereka menyimpan hasil panen di lumbung atau "leuit" sebagai cadangan pangan keluarga.

8.000 Lumbung Simpan 24 Ribu Ton Gabah

Tetua Adat yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengatakan jumlah lumbung leuit yang ada diperkirakan mencapai 8.000 unit. Jumlah itu berasal dari 4.000 kepala keluarga dengan total penduduk 13.309 jiwa.

"Diperkirakan jumlah lumbung leuit yang ada sebanyak 8.000 leuit dari 4.000 kepala keluarga," kata Jaro Oom saat dihubungi di Banten, Jumat.

Jika setiap lumbung mampu menyimpan rata-rata tiga ton gabah, total cadangan pangan mencapai 24 ribu ton. Stok tersebut, menurut Jaro Oom, cukup untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dalam menghadapi musim kemarau panjang, bencana alam, maupun serangan hama.

Warga Badui Belum Gunakan Stok Lumbung untuk Konsumsi Sehari-hari

Meski memiliki ribuan ton cadangan pangan, warga Badui justru belum menggunakan gabah di lumbung untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Santa (55), warga Badui, mengaku lumbung miliknya menyimpan tujuh ton gabah dari hasil panen huma selama enam tahun.

"Kami sampai hari ini kebutuhan konsumsi berasnya dengan cara membeli juga ada bantuan pangan dari Bulog, sehingga gabah hasil panen yang disimpan di lumbung atau leuit belum pernah digunakan," kata Santa.

Hal itu menunjukkan bahwa lumbung leuit berfungsi murni sebagai cadangan darurat, bukan stok harian. Tradisi ini membuat masyarakat Badui tidak pernah mengalami kelaparan atau kerawanan pangan.

Pemkab Lebak Apresiasi Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengapresiasi tradisi masyarakat Badui yang mampu menjaga ketahanan pangan secara mandiri. Ia menekankan bahwa setiap panen padi tidak dijual, melainkan disimpan di lumbung.

"Kami mengapresiasi masyarakat Badui hingga kini ketahanan pangan terjaga dan setiap panen padi tidak dijual," kata Rahmat Yuniar.

Menurutnya, cadangan pangan masyarakat Badui relatif aman dan belum terjadi kerawanan pangan. Tradisi menyimpan gabah rata-rata tiga ton per lumbung menjadi model ketahanan pangan berbasis kearifan lokal yang patut dicontoh.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks