Pencarian

Microsoft Pangkas Biaya AI dengan Kurangi Ketergantungan ke OpenAI dan Anthropic, Kini Andalkan Model Buatan Sendiri

Rabu, 08 Juli 2026 • 03:16:32 WIB
Microsoft Pangkas Biaya AI dengan Kurangi Ketergantungan ke OpenAI dan Anthropic, Kini Andalkan Model Buatan Sendiri
Microsoft mulai mengandalkan model AI buatan sendiri, MAI, untuk fitur di Excel dan Word.

BANTEN — Microsoft resmi mengurangi ketergantungan pada model kecerdasan buatan (AI) dari OpenAI dan Anthropic. Berdasarkan laporan Bloomberg pada Selasa (11/6), raksasa teknologi ini mulai mengandalkan model buatan sendiri, MAI (Microsoft AI), untuk menangani sebagian permintaan pengguna di Excel dan Word. Sebelumnya, Microsoft secara terbuka mengandalkan model dari kedua perusahaan tersebut untuk menggerakkan sebagian besar fitur AI di Office 365.

Langkah Konkret Penghematan

Langkah ini merupakan bagian dari strategi penghematan biaya AI yang lebih luas. Microsoft kini mengerahkan model MAI untuk merespons persentase tertentu dari prompt pengguna di dua aplikasi andalannya. Meski masih tetap menggunakan model pihak ketiga, perusahaan perlahan-lahan memperkuat posisi model internalnya.

Pada konferensi Build bulan lalu, Microsoft meluncurkan tujuh model MAI baru. Model-model tersebut mencakup agentic coder (AI penulis kode) dan generator teks-ke-gambar. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari sekadar pengguna teknologi AI menjadi pengembang utama.

Fenomena Pemangkasan Biaya AI di Silicon Valley

Microsoft bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan efisiensi. Tren penghematan biaya AI meluas di Silicon Valley setelah periode belanja besar-besaran di awal tahun. Amazon, Uber, Meta, dan Accenture juga dilaporkan mengambil langkah serupa untuk menekan pengeluaran.

Biaya penyediaan dan pembelian layanan AI yang sangat mahal menjadi isu kontroversial di industri ini. Lonjakan biaya mendorong beberapa perusahaan di Silicon Valley untuk mencari solusi alternatif yang lebih terjangkau, termasuk dari model buatan China. Namun, langkah tersebut masih dihadapkan pada kekhawatiran potensi masalah keamanan.

Dampak bagi Pengguna Office 365

Pergeseran ini berpotensi mengubah cara fitur AI bekerja di Excel dan Word. Pengguna mungkin akan melihat perbedaan respons atau kemampuan fitur AI, tergantung pada seberapa banyak model MAI yang digunakan. Microsoft belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut saat dikonfirmasi oleh TechCrunch.

Bagi pengguna Office 365 di Indonesia, perubahan ini mungkin tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang, efisiensi biaya yang dilakukan Microsoft bisa berujung pada harga langganan yang lebih stabil atau justru pengembangan fitur yang lebih cepat tanpa bergantung pada mitra eksternal.

Posisi Microsoft di Peta Persaingan AI

Keputusan ini menempatkan Microsoft dalam posisi unik. Di satu sisi, perusahaan tetap menjadi investor besar di OpenAI. Di sisi lain, Microsoft mulai membangun kemandirian teknologi AI. Langkah ini mirip dengan strategi perusahaan teknologi besar lain yang ingin mengontrol rantai pasok AI mereka sendiri.

Dengan model MAI yang terus dikembangkan, Microsoft berpotensi mengurangi biaya lisensi jangka panjang dan mempercepat inovasi internal. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan kualitas model internalnya setara atau lebih baik dari model OpenAI dan Anthropic yang sudah teruji.

Pengguna Office 365 di Indonesia yang sudah terbiasa dengan fitur AI bawaan mungkin perlu bersabar. Proses transisi ini kemungkinan akan berlangsung bertahap, dan Microsoft perlu membuktikan bahwa model MAI-nya mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi basis pengguna yang besar.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks