TANGERANG SELATAN — Enam provinsi mengirimkan atlet terbaiknya untuk berlaga di Tangsel Open Tournament Gateball 2026. Kejuaraan yang berlangsung tiga hari penuh di Venue Kampuse Kademangan ini diikuti peserta dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
Empat Nomor Dipertandingkan, Atlet dari Luar Jawa Dominasi
Selama 24 hingga 26 Juli 2026, para atlet bertarung di empat nomor: Single Putra, Single Putri, Triple Bebas, dan Beregu Campuran. Pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Di nomor Single Putra, gelar juara diraih Erhan dari Cimancis Cirebon. Posisi runner-up ditempati Candra asal Cilacap, sementara peringkat ketiga bersama diraih Nyoman dan David Uyung yang sama-sama berasal dari Lampung.
Untuk sektor Single Putri, atlet asal Lampung kembali mendominasi. Latifah berhasil keluar sebagai juara, mengalahkan Karisa dari Temanggung di posisi kedua. Sri Hayati (RG DKI) dan Fisika (Cimancis Cirebon) berbagi tempat ketiga.
Tim Jawa Barat Kuasai Nomor Beregu
Persaingan sengit terjadi pada nomor Triple Bebas. Tim Sonata Elka berhasil menjadi juara, disusul RGB-B sebagai runner-up. Posisi ketiga bersama ditempati DSX Bandung Barat dan Pelindo Jawa Timur.
Sementara pada nomor Beregu Campuran, Batu Mas Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan Cimancis Cirebon di partai final. DSX Bandung Barat dan Pelindo Jawa Timur berbagi posisi runner-up kedua.
Uji Coba Venue Sekaligus Pembinaan Atlet Lokal
Ketua Panitia Tangsel Open Tournament Gateball 2026, Puja Samedhi, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, turnamen ini menjadi momentum untuk mengukur kesiapan venue yang akan digunakan pada Porprov Banten 2026.
“Kami ingin menggiatkan kembali kegiatan Gateball di Kota Tangerang Selatan melalui Tangsel Open Tournament 2026. Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kesiapan venue yang akan digunakan pada Porprov Banten 2026, menguji kemampuan atlet-atlet Gateball Tangerang Selatan, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para pegiat Gateball dalam menyelenggarakan turnamen berskala besar,” ujar Puja saat diwawancarai PERGATSI, Minggu (26/7/2026).
Ia menambahkan, dengan jumlah peserta lebih dari 200 orang, seluruh aspek penyelenggaraan mulai dari teknis pertandingan hingga pelayanan atlet menjadi bahan evaluasi menuju Porprov Banten 2026.
Target: Turnamen Lebih Besar Tahun Depan
Puja berharap keberhasilan penyelenggaraan tahun ini bisa menjadi pijakan untuk menghadirkan turnamen yang lebih besar pada tahun mendatang. Ia optimistis semakin banyak kompetisi akan melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Harapan kami, tahun depan Tangsel Open Tournament dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar lagi sehingga mampu menjadi pendorong berkembangnya olahraga Gateball, khususnya di Kota Tangerang Selatan dan Provinsi Banten pada umumnya,” tutupnya.