BANTEN — Program internalisasi keberlanjutan yang dijalankan Pertamina mendapat pengakuan di level industri. Pertamina Sustainability Academy (PSA) dinobatkan sebagai pemenang Anugerah Utama Sektor Energi dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026. Penghargaan ini mengapresiasi pendekatan sistematis perusahaan dalam menanamkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh lini organisasi.
ESG Bukan Sekadar Kewajiban, tapi Daya Saing
Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa ESG kini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, praktik keberlanjutan yang baik mampu mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif.
"ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Jumhur dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta.
Transformasi Energi Dimulai dari Manusianya
Bagi Pertamina, kunci transisi energi bukan hanya soal teknologi, melainkan kesiapan sumber daya manusia. Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menyebut transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia.
"Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," jelas Wenny.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program. Penguatan kapabilitas dan budaya disebut sebagai modal penting dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.
"Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG," tambahnya.
Membangun Budaya Keberlanjutan di Seluruh Lini
PSA dirancang sebagai jalur pembelajaran berjenjang, mencakup Mandatory Sustainability Training hingga Sustainability Transcendence Forum untuk jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Program ini memastikan pemahaman ESG merata dari level operasional hingga pengambil keputusan.
Di luar pelatihan formal, Pertamina juga mengembangkan program budaya seperti Jejak Keberlanjutan, podcast, dan Sustainability Insight. Inisiatif ini bertujuan membangun ruang diskusi yang relevan dengan arah strategis perusahaan dan isu keberlanjutan global.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan bahwa ESG harus menjadi kompetensi yang hidup dalam keseharian setiap Perwira. Menurutnya, ketika seluruh insan perusahaan memiliki nilai dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir nyata dalam setiap keputusan bisnis.
"ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina," kata Baron.
Melalui penguatan kapabilitas dan budaya yang berjalan beriringan, Pertamina membangun organisasi yang adaptif menghadapi transisi energi. Pendekatan ini menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.