Pencarian

BNI Catat Kredit Tumbuh 24,4% Jadi Rp 968,5 Triliun, Rasio LAR Terkoreksi ke 8,1%

Rabu, 05 Agustus 2026 • 11:04:31 WIB
BNI Catat Kredit Tumbuh 24,4% Jadi Rp 968,5 Triliun, Rasio LAR Terkoreksi ke 8,1%
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, memaparkan pertumbuhan kredit perseroan yang mencapai Rp 968,5 triliun pada semester I 2026.

BANTENPertumbuhan kredit BNI tidak hanya didorong segmen korporasi. Portofolio pinjaman kini lebih terdiversifikasi ke segmen menengah, UMKM, hingga konsumer. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan ekspansi tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko debitur.

"Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio," ungkap Paolo dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Pendanaan Murah dan Biaya Dana Membaik

Di tengah ketatnya persaingan likuiditas, BNI berhasil mengumpulkan dana murah atau current account savings account (CASA) yang tumbuh 11,2% yoy. Rasio CASA pun tetap terjaga di level 65,4%. Penguatan dana murah tersebut berdampak langsung pada efisiensi biaya dana alias cost of fund, yang membaik menjadi 2,56% dari sebelumnya 2,78%.

Struktur pendanaan yang solid ini menjadi fondasi bagi BNI untuk menyalurkan kredit tanpa mengorbankan margin. Hasilnya, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 14,2% yoy menjadi Rp 22,3 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Pendapatan Komisi dan PPOP Cetak Rekor Baru

BNI tidak hanya mengandalkan pendapatan bunga. Pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) juga tumbuh 14,2% menjadi Rp 9 triliun. Kombinasi pendapatan bunga dan non-bunga tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp 18,5 triliun.

Angka tersebut menjadi PPOP tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. Adapun laba bersih BNI pada semester I 2026 tercatat Rp 10,8 triliun.

"Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi," jelas Paolo.

Manajemen Risiko Disiplin Tekan NPL ke 1,9%

Kualitas aset yang membaik tidak lepas dari pengelolaan risiko yang ketat. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 1,9%. BNI juga mempertahankan kebijakan pencadangan konservatif untuk memperkuat ketahanan neraca.

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menjelaskan perbaikan kualitas aset merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara disiplin di seluruh tahapan proses bisnis. Pengelolaan risiko dilakukan sejak tahap penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit.

"BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat," ujar David.

Transaksi Digital Melonjak, Volume wondr Tumbuh 110%

Kinerja intermediasi juga ditopang akselerasi layanan digital. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi yang tumbuh 110% yoy. Di segmen wholesale, platform BNIdirect mencatatkan volume transaksi Rp 6.039 triliun, naik 17% yoy dengan 280 ribu pengguna.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan. Menurutnya, strategi ini sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," tutur Putrama.

Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan fokus memperkuat struktur pendanaan dan menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas serta terdiversifikasi untuk mempertahankan momentum kinerja positif.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks