BANTEN — Dampak gempa yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan merusak bangunan, jalan, serta pasokan listrik itu merembet ke industri otomotif. Toyota dan Nissan memutuskan menghentikan sementara produksi di sejumlah pabrik yang berlokasi sekitar 150 kilometer dari episentrum. Keputusan ini diambil bukan karena pabrik rusak, melainkan karena gangguan pasokan komponen dari pemasok di kawasan terdampak dan pertimbangan keselamatan pekerja.
Produksi Sempat Terhenti, Kerugian Toyota Capai 5.200 Unit
Toyota awalnya hanya menghentikan satu shift pada Selasa (28/7). Upaya restart pada Rabu pagi gagal, sehingga penghentian diperpanjang hingga Jumat (31/7). Penutupan total selama tiga hari ini berlaku untuk semua lini di pabrik perakitan Lexus Miyata, pabrik mesin, dan pabrik powertrain hybrid. Automotive News memperkirakan hilangnya produksi kendaraan mencapai sekitar 5.200 unit.
Sementara itu, Nissan menghentikan sebagian lini produksinya di Kyushu mulai Rabu (29/7) dengan alasan ketersediaan suku cadang. Dampaknya lebih ringan, tetapi perusahaan kehilangan output 5.000 kendaraan selama masa penghentian. Pabrik Nissan di kawasan itu memproduksi Infiniti QX80 dan Nissan Armada untuk pasar global.
Pemasok Jadi Titik Kritis Rantai Pasok
Kerusakan justru terjadi di tingkat pemasok, bukan di pabrik perakitan. Setidaknya dua produsen komponen di area Kumamoto sudah menghentikan operasi. Kondisi ini bisa memicu efek berantai yang lebih panjang meski pabrik utama Toyota dan Nissan sudah beroperasi normal. Infrastruktur pendukung yang rusak juga berpotensi memperlambat pengiriman logistik.
Daihatsu dan Mitsubishi yang juga menghentikan produksi di kawasan tersebut sudah beroperasi penuh. Honda menjadi pengecualian—pabriknya baru akan kembali berproduksi pada 19 Agustus karena masalah rantai pasok. Namun Honda memastikan dampaknya tidak akan mempengaruhi stok di Amerika Serikat karena ekspor dari Jepang hanya mencakup kurang dari satu persen inventaris.
Lexus Paling Terdampak, Miyata Jadi Andalan Pasar AS
Pabrik Miyata milik Toyota merupakan titik paling krusial. Sekitar 90 persen kendaraan yang keluar dari pabrik ini diekspor, termasuk ke Amerika Serikat. Model Lexus ES sedan, RX SUV kompak, serta UX dan NX subkompak yang dipasarkan di AS semuanya dirakit di Miyata. Penghentian produksi selama tiga hari bisa langsung terasa pada ketersediaan unit di diler-diler AS dalam beberapa pekan ke depan.
Kabar baiknya, produksi di Miyata bersama pabrik mesin dan powertrain hybrid sudah kembali beroperasi penuh pada 6 Agustus. Satu pabrik Toyota lain di Jepang tengah yang sempat tutup akibat masalah pasokan juga sudah beroperasi kembali, meski akan menjalani perawatan terjadwal hingga 7 Agustus. Untuk pasar Indonesia, dampak langsung diperkirakan minimal karena pasokan model Lexus dan Nissan untuk kawasan ini umumnya berasal dari sumber berbeda.