BANTEN — Operasi yang berawal dari penangkapan MR di sebuah salon kecantikan kawasan Mangga Besar pada Rabu (12/8/2026) pukul 20.09 WIB itu berlanjut ke penggerebekan markas jaringan di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan, pengembangan kasus dilakukan setelah penyidik mendapat informasi keberadaan anggota jaringan lain beserta barang bukti.
"Operasi terhadap gembong narkoba yang sudah kita tangkap tadi malam sekitar pukul 20.09 WIB, yang kita ikuti mulai dari Kampung Bahari, keluar menuju Mangga Besar," kata Roy kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Kronologi Penangkapan Buronan 98 Kilogram Sabu
MR merupakan buronan kasus kepemilikan 98 kilogram sabu yang terdaftar sejak 7 November 2025. Penyidik BNN mengikuti pergerakan MR sejak berada di Kampung Bahari hingga akhirnya melakukan penangkapan di salon kecantikan tersebut tanpa perlawanan berarti.
Setelah MR diamankan, tim gabungan yang diperkuat personel Brimob Polda Metro Jaya langsung bergerak ke Kampung Bahari pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Di lokasi inilah situasi berubah tegang.
Perlawanan Loyalis dan Kondisi Personel Terluka
Roy mengungkapkan, sejumlah orang yang diduga loyalis MR berusaha menghalangi petugas saat penggerebekan berlangsung. Akibat insiden tersebut, seorang anggota polisi menderita luka pada bagian mata.
"Nah, itulah kira-kira perlawanan yang diberikan oleh rekan-rekan atau loyalis dari yang bersangkutan terhadap kami," tutur Roy.
Meski menghadapi resistensi, tim gabungan tetap melanjutkan operasi dan mengamankan beberapa orang yang diduga masih terafiliasi dengan jaringan MR. Roy menegaskan operasi di Kampung Bahari belum selesai karena masih ada target lain yang belum tertangkap.
"Kami tetap akan melaksanakan operasi terhadap Kampung Bahari karena ada beberapa orang lagi yang masih bercokol selain Bos G atau Bos Gendut yang sudah kita amankan," imbuhnya.
Kampung Bahari dan Tantangan Penegakan Hukum Narkoba
Kawasan Kampung Bahari selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi rawan peredaran narkoba di Jakarta Utara. Penggerebekan yang berujung perlawanan ini menunjukkan tingginya risiko operasi penindakan di wilayah dengan jaringan yang sudah mengakar.
BNN belum merinci jumlah personel yang dikerahkan maupun total barang bukti yang disita dalam penggerebekan Kamis pagi. Proses pemeriksaan terhadap para tersangka yang diamankan masih berlangsung untuk mengungkap rantai distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.