TANGERANG SELATAN — Proyek strategis nasional (PSN) percepatan konversi energi bersih kembali berlanjut di Banten. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan perluasan layanan jargas menyasar sejumlah klaster baru di Bintaro Jaya seperti Rajawali Residence, Permata, dan Griya Pipit, serta wilayah Cipondoh di Kota Tangerang.
Group Head City Gas Project PT PGN, Lebiner Sinaga, menuturkan bahwa perluasan ini bukan sekadar menambah pelanggan, melainkan bagian dari upaya menekan ketergantungan impor LPG.
"Semakin banyak masyarakat menggunakan gas bumi dari jaringan, maka semakin besar pula peluang Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor," kata Lebiner dalam keterangannya di Tangerang, Kamis.
Rekor Pembangunan: 373 Kilometer Pipa dan 11 Ribu Rumah Tersambung
Sejak 2023, PGN tercatat telah membangun jaringan pipa sepanjang 373 kilometer yang menghubungkan 11 ribu rumah di 126 klaster perumahan Kota Tangerang Selatan. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring pemasangan di titik-titik baru sepanjang tahun ini.
Project Manager City Gas 2 PT PGN, Rudi Permadi, menjelaskan bahwa pengembangan di kawasan Bintaro bukanlah langkah dadakan. Proyek ini merupakan hasil koordinasi berkelanjutan sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Jaya Real Property pada Oktober 2022.
Kerja sama itu mencakup pengembangan jaringan untuk rumah tangga hingga pelanggan komersial seperti hotel, restoran, dan kafe di Bintaro Jaya dan Graha Raya.
Skema Proyek: Pipa Induk 36,3 Km dan 203 Sambungan UMKM
Secara teknis, proyek jargas di kawasan Bintaro dirancang dengan skala besar. PGN membangun pipa induk sepanjang sekitar 36,3 kilometer yang mengalirkan gas menuju sistem pengatur tekanan (Regulating System), dilanjutkan pipa distribusi bertekanan rendah sepanjang 315,9 kilometer hingga ke kompor warga.
Pada tahap perencanaan, jaringan ini ditargetkan melayani 35.749 sambungan rumah tangga, 203 pelanggan kecil atau UMKM, serta 38 pelanggan komersial. Rudi menyebut realisasi pengerjaan menggandeng anak usaha PT PGN Solution dan berjalan lancar.
Kesaksian Warga: Tak Perlu Lagi Copot Tabung Saat Mudik
Lono Abdul Hamid, warga Klaster Mahagony Bintaro, mengaku merasakan langsung perbedaan penggunaan jargas dibanding tabung LPG. Menurutnya, tekanan gas yang stabil membuat aktivitas memasak lebih nyaman tanpa khawatir kehabisan gas di tengah waktu.
"Dulu kalau mau bepergian agak lama, kita harus lepas tabung gas. Nah, kalau pakai Jargas ini kan enak, tinggal tutup kran pengamannya kalau kita mau pergi lebih dari tiga hari. Sangat praktis, aman, dan tekanannya stabil banget," tutur Lono.
Ia menambahkan, aspek keamanan menjadi nilai lebih karena warga tidak perlu menyimpan tabung gas di dalam rumah, sehingga mengurangi risiko kebocoran akibat selang atau regulator yang sudah aus.