BANTEN — Liverpool memasuki musim 2026-27 dengan fondasi yang berbeda dibanding era Arne Slot. Iraola, yang direkrut setelah sukses membawa Bournemouth lolos ke Eropa untuk pertama kalinya, mewarisi skuad bertalenta namun kehilangan mesin gol utamanya. Para penulis Guardian memprediksi The Reds finis di posisi keempat, turun satu peringkat dari musim lalu yang berakhir di urutan kelima.
Beban di Pundak Wirtz dan Isak
Dengan kepergian Salah dan belum ada pengganti yang diumumkan, tanggung jawab mencetak gol kini bertumpu pada Florian Wirtz dan Alexander Isak. Keduanya tampil mengecewakan di musim debut mereka, dan Iraola telah mencoba memainkan Wirtz tepat di belakang Isak selama pramusim. Hasil awal terlihat menjanjikan.
Lini tengah tetap menjadi kekuatan utama, apalagi Dominik Szoboszlai baru menandatangani kontrak anyar berdurasi lima tahun. Namun, pertanyaan tentang ancaman dari sisi sayap, kedalaman pertahanan, dan kepemimpinan tim masih belum terjawab.
Investor Baru, Pertanyaan Baru
Di balik lapangan, konsorsium 1892 Holdings yang berisi Jeff Bezos, Eduardo Saverin, dan Amit Bhatia membeli 30 persen saham Liverpool senilai £1,65 miliar. Bhatia langsung ditunjuk sebagai wakil ketua dewan direksi. Fenway Sports Group (FSG) menegaskan langkah ini bukan strategi keluar, melainkan upaya memperluas peluang bisnis dan teknologi.
Serikat suporter Spirit of Shankly mengirim surat terbuka mempertanyakan rencana jangka panjang FSG dan uji tuntas terhadap investor anyar. Ini bukan pertama kalinya FSG memicu kegelisahan fans—musim lalu mereka sempat memicu protes besar sebelum akhirnya membatalkan rencana kenaikan harga tiket.
Pilihan Berani di Kursi Pelatih
Iraola mengakui tantangan yang menantinya sejak awal. "Ketika saya datang ke sini, para pemilik mengatakan semuanya tidak sempurna," ujarnya dalam sesi perkenalan. "Mereka bilang akan ada tantangan, kami harus mengganti pemain penting yang pergi, ada cedera, tapi kami di sini untuk menyelesaikan masalah."
Liverpool terkesan dengan gaya bermain Iraola, tapi kemampuan adaptasi dan pemecahan masalahnya juga jadi pertimbangan. Musim lalu ia tetap membawa Bournemouth ke Eropa meski kehilangan sebagian besar bek utama dan Antoine Semenyo di Januari.
Konsistensi yang Hilang
Musim 2025-26 Liverpool berjalan aneh. Mereka punya rentetan kemenangan terpanjang ketiga di Premier League, tapi juga masuk daftar empat tim dengan kekalahan beruntun terburuk. Inkonsistensi itu yang ingin diperbaiki Iraola, yang diyakini akan menerapkan gaya pressing agresif yang selama ini dirindukan publik Anfield.