Pencarian

Kemendagri Apresiasi Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:30:31 WIB
Kemendagri Apresiasi Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional
Staf Ahli Mendagri Anwar Harun Damanik menyampaikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, Serang.

Kementerian Dalam Negeri mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten yang mencapai 5,49 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,29 persen. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik, menyampaikan penilaian itu di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang. Angka kemiskinan Banten juga tercatat 5,38 persen pada Maret 2026, jauh di bawah angka nasional 8,07 persen.

SERANG — Capaian ekonomi Banten pada triwulan II-2026 dinilai Kemendagri sebagai bukti peran strategis daerah itu dalam perekonomian nasional. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp253,9 triliun. Pertumbuhan 5,49 persen secara year-on-year itu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Indikator kesejahteraan juga menunjukkan posisi Banten di atas rata-rata nasional. Persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2026 sebesar 5,38 persen, sementara angka nasional menyentuh 8,07 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten pada 2025 mencapai 77,25, lebih tinggi dari rata-rata nasional 75,90.

Posisi Banten sebagai Simpul Ekonomi Jawa-Sumatera

Anwar Harun Damanik menyebut letak geografis dan dukungan infrastruktur transportasi membuat Banten bukan lagi sekadar daerah penyangga. Kawasan industri dan pusat perdagangan turut memperkuat peran itu. Banten menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera yang terintegrasi langsung dengan kawasan ekonomi Jakarta.

"Berbekal letak geografis serta dukungan infrastruktur transportasi, kawasan industri, dan pusat perdagangan, Banten kini menjadi simpul penting ekonomi, logistik, investasi, dan mobilitas nasional, bukan lagi sekadar daerah penyangga," kata Anwar di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu.

Infrastruktur yang menopang posisi tersebut meliputi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, dan jaringan jalan tol. Menurut Anwar, kondisi itu membuat peran Banten makin vital dalam perputaran roda ekonomi nasional.

"Banten memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional sebagai penghubung Jawa dan Sumatera, serta bagian penting dari kawasan ekonomi yang terhubung langsung dengan Jakarta," ungkapnya.

Gubernur Andra Soni: Pembangunan Harus Terasa di Kualitas Hidup Warga

Gubernur Banten Andra Soni menekankan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program atau capaian indikator angka. Pembangunan sejati harus tercermin dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kemudahan akses layanan dasar dan pemerataan manfaat di seluruh wilayah Banten menjadi ukurannya.

"Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat," kata Andra.

Dengan posisi fiskal dan infrastruktur yang dimiliki, Banten menghadapi tantangan menjaga tren pertumbuhan tetap inklusif. Pemerataan manfaat pembangunan ke seluruh kabupaten dan kota menjadi pekerjaan rumah yang disebut Andra sebagai ukuran keberhasilan sesungguhnya.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks