Pencarian

Binance Rilis Agent OS, Platform Biarkan AI Bertransaksi Kripto dengan Batasan dari Pengguna

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:56:36 WIB
Binance Rilis Agent OS, Platform Biarkan AI Bertransaksi Kripto dengan Batasan dari Pengguna
Binance memperkenalkan Agent OS sebagai infrastruktur yang menghubungkan aplikasi dan agen AI ke sistem keuangan bursa pada Kamis (20/8/2026).

BANTEN — Binance memperkenalkan Agent OS pada Kamis (20/8/2026) sebagai infrastruktur yang menghubungkan aplikasi dan agen AI ke sistem keuangan bursa. Platform ini mengintegrasikan layanan existing seperti Binance APIs, Binance Wallet Agentic Hub, dan Binance Skill Hub, plus dukungan baru untuk Model Context Protocol (MCP). Agen dapat dihubungkan dengan ChatGPT dan Codex milik OpenAI, Claude Code dari Anthropic, serta Cursor untuk mengakses data pasar, melihat informasi akun, dan mengeksekusi perdagangan.

Apa yang Bisa Dilakukan Agen AI di Binance

Pengguna bisa mengonfigurasi agen untuk memantau pasar, melakukan riset dan analisis risiko, bereaksi terhadap sinyal trading, hingga menjalankan strategi arbitrase secara mandiri. Agen juga bisa terhubung ke aktivitas on-chain dan pembayaran lewat integrasi x402, yang memungkinkan pengiriman dan penyelesaian pembayaran otomatis.

Untuk transaksi di Agentic Wallet, Binance menerapkan batas harian yang berbeda: swap reguler maksimal USD 50.000 per hari, transaksi DeFi memiliki batas default USD 100.000, dan pembayaran x402 dibatasi USD 20 per hari. Batasan ini tidak berlaku untuk perdagangan di sub-akun exchange.

Cara Mengaktifkan dan Batasan yang Diterapkan

Binance membangun sistem keamanan berlapis melalui sub-akun khusus yang bisa ditetapkan pengguna untuk aktivitas tertentu, seperti trading spot atau futures. Penarikan dana dari sub-akun ini diblokir secara default, menciptakan semacam sandbox yang membatasi ruang gerak agen.

Pengguna dapat memilih apakah agen wajib meminta persetujuan untuk setiap order atau bisa mengeksekusi trading secara otonom setelah izin dikonfigurasi. Jumlah dana yang ditransfer ke sub-akun menjadi batas efektif—Binance tidak menerapkan kap terpisah untuk seberapa besar agen bisa trading atau rugi.

Kontrol di Tangan Pengguna, Bukan di Sistem Binance

Jeff Li, vice president of product Binance, menegaskan bahwa filosofi desain Agent OS justru menempatkan kendali penuh di sisi pengguna. "Instead of total freedom, we put the power in users' hands to give them the granular access control of what they can do through the agent. We put [the control] at the account level to protect the users' funds," ujarnya dalam wawancara.

Namun, ada keterbatasan yang perlu dipahami pengguna: Binance tidak bisa melihat alur penalaran agen sebelum eksekusi trading. Proses berpikir itu terjadi di luar sistem Binance, baik di komputer pengguna maupun di aplikasi AI yang dipilih. "We really cannot see the reasoning of what the user's action is," kata Li. Artinya, Binance hanya bisa memantau aktivitas trading hasil akhir, tanpa visibilitas penuh apakah keputusan dipengaruhi informasi keliru atau manipulasi.

Jika agen disusupi melalui serangan prompt-injection, Li kembali menunjuk sub-akun sebagai garis pertahanan utama. Kebijakan keamanan, risk-control, dan anti-pencucian uang yang berlaku untuk API sub-akun juga diterapkan pada Agent OS sejak peluncuran.

Persaingan Bursa Kripto Menuju Trading Otonom

Binance bukan pemain pertama yang membuka infrastruktur untuk agen AI. Kraken meluncurkan command-line tool open-source dengan server MCP pada Maret lalu, memungkinkan agen mengeksekusi trading spot dan futures. Coinbase menyusul pada Juni dengan Coinbase for Agents yang menghubungkan AI ke akun pengguna untuk trading, pembayaran, dan alur kerja finansial dalam batas yang ditentukan. OKX juga mengaktifkan agentic trading lewat toolkit MCP open-source awal tahun ini.

Agent OS disebut Li sebagai "langkah pertama" Binance untuk memberi developer platform membangun aplikasi bertenaga AI yang bisa bertindak di pasar kripto dan pasar tradisional. Bagi pengguna Indonesia yang aktif bertransaksi di bursa global, fitur ini membuka kemungkinan otomatisasi strategi trading, tapi juga menuntut kehati-hatian ekstra dalam mengatur limit dan memilih agen yang digunakan.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks