Pencarian

Aprindo dan UBM Serpong Jajaki S1 Manajemen Ritel, Bidik Talenta Siap Kerja di Industri Ritel

Jumat, 11 September 2026 • 08:47:01 WIB
Aprindo dan UBM Serpong Jajaki S1 Manajemen Ritel, Bidik Talenta Siap Kerja di Industri Ritel
Ketua Umum Aprindo Solihin dan perwakilan UBM menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengembangan SDM ritel di Kampus UBM Serpong, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Aprindo dan UBM resmi menjalin kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor ritel. Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Kampus UBM Serpong, Tangerang Selatan.

Ketua Umum Aprindo Solihin menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan industri ritel yang terus berkembang.

"Bagi kami, MoU hari ini bukan sekadar kerja sama antara organisasi dan perguruan tinggi. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk menjawab kebutuhan yang sangat nyata di industri ritel Indonesia, yakni talenta ritel yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perubahan zaman," ujar Solihin.

Mengapa Industri Ritel Butuh Talenta Khusus

Selama ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel banyak diisi lulusan dari beragam disiplin ilmu. Kondisi itu menunjukkan industri ritel membutuhkan kompetensi lintas disiplin.

Solihin menilai situasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan bidang ilmu yang secara khusus mempelajari ritel. Menurutnya, semakin besar industri ritel berkembang, semakin besar pula kebutuhan terhadap SDM yang memahami ritel secara spesifik.

"Industri memiliki kebutuhan dan persoalan nyata, sementara kampus memiliki talenta dan pengetahuan. Aprindo menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya," kata dia.

Tiga Jenjang Pendidikan yang Disiapkan

Kolaborasi Aprindo dan UBM dirancang tidak hanya untuk mencetak lulusan baru. Program ini juga menyasar peningkatan kompetensi pekerja yang sudah berkecimpung di industri ritel.

Konsep tersebut dikembangkan melalui tiga jenjang:

  • Short Course Specialist
  • Retail Talent Academy
  • S1 Manajemen Ritel (jangka panjang)

Aprindo dan UBM menjajaki pengembangan S1 Manajemen Ritel yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri. Program itu diharapkan menjadi langkah awal agar Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan berlatar pendidikan umum yang kemudian bekerja di ritel, tetapi juga mencetak talenta yang sejak awal mendapat pendidikan khusus mengenai ritel.

Peran Pelaku Industri sebagai Living Knowledge

Kehadiran pendiri sekaligus pelaku industri ritel, Djoko Susanto, dinilai dapat memperkuat pendekatan pembelajaran. Pengalaman puluhan tahun Djoko Susanto dalam membangun bisnis ritel dapat menjadi living knowledge bagi mahasiswa.

Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh mahasiswa tidak hanya bersumber dari teori. Mereka juga bisa belajar langsung dari pengalaman membangun dan mengembangkan bisnis ritel.

Kontribusi Sektor Perdagangan ke PDB

Berdasarkan data yang disampaikan Aprindo, sektor perdagangan merupakan kontributor terbesar kedua terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia setelah industri pengolahan. Pada 2025, kontribusinya mencapai 13,17 persen terhadap PDB nasional.

Sementara itu, perdagangan besar dan eceran tumbuh 5,49 persen. Angka itu menjadi salah satu dasar Aprindo dan UBM memperkuat penyiapan talenta di sektor ritel.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks