Pencarian

Pariwisata Jateng Beralih ke Quality Tourism, Fokus Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan

Jumat, 11 September 2026 • 18:50:01 WIB
Pariwisata Jateng Beralih ke Quality Tourism, Fokus Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho menyampaikan paparan dalam Forum Pusaka Jateng 2026 di Hotel Padma Semarang, Jumat (11/9/2026).

BANTEN — Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong transformasi sektor pariwisata. Indikator keberhasilan tidak lagi diukur dari banyaknya kunjungan, melainkan dari berapa lama wisatawan tinggal dan berapa besar uang yang dibelanjakan di daerah tujuan.

Arah baru ini mengemuka dalam puncak Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) 2026. Forum bertema "Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan" itu digelar di Hotel Padma Semarang, Jumat (11/9/2026).

Mengapa Pariwisata Jadi Andalan Baru Jateng

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho menyebut pariwisata punya posisi strategis. Sektor ini berkaitan dengan banyak bidang lain yang daya ungkitnya besar terhadap perekonomian.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,71 persen secara tahunan. Angka itu melampaui pertumbuhan kawasan Jawa sebesar 5,65 persen dan nasional 5,29 persen.

Pertumbuhan ditopang ekspor barang industri, aktivitas ekonomi domestik, sektor akomodasi dan makanan-minuman, serta investasi. Sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan tetap jadi fondasi. Sementara akomodasi serta makanan-minuman menjadi sektor dengan prospek tumbuh tinggi sekaligus terhubung erat dengan pariwisata.

"Penguatan sektor-sektor tersebut diharapkan turut mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih besar," ujar Noor.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan parsial. Pariwisata perlu dihubungkan dengan pertanian, industri pengolahan, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga investasi.

Dari Quantity Tourism ke Quality Tourism

Sandiaga Salahuddin Uno menilai Jawa Tengah punya modal besar menjadi pusat pertumbuhan pariwisata nasional. Borobudur dan beragam destinasi alam, budaya, sejarah, serta religi menjadi kekuatannya.

Namun paradigma pembangunan wisata harus berubah. "Jangan pariwisata berhenti di angka-angka," kata mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu.

Ia mendorong peralihan dari quantity tourism menuju quality tourism. Indikatornya bukan cuma jumlah wisatawan, tetapi durasi tinggal dan besar belanja selama berada di destinasi.

Wisatawan yang tinggal lebih lama butuh akomodasi, transportasi, makanan, aktivitas wisata, hingga produk lokal. Rantai ekonomi itulah yang akhirnya menambah pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja.

Wisatawan Diminta Belanja Produk Lokal

Sandiaga menyoroti pentingnya menyambungkan pariwisata dengan ekonomi kreatif. Wisatawan jangan hanya datang melihat destinasi, tetapi juga diarahkan membeli produk lokal.

"Kita tidak bisa hanya datang kunjungan, tapi harus juga beli-beli," ujarnya.

Produk kuliner, batik, fesyen, kriya, suvenir, dan berbagai produk UMKM harus jadi bagian pengalaman wisata. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar perputaran ekonomi yang tercipta di daerah.

Ia juga mendorong pengembangan marine tourism lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapal pesiar yang singgah di Semarang bisa menjadi pintu masuk wisatawan mengeksplorasi destinasi di Jawa Tengah.

Langkah Pemprov Jateng Selanjutnya

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan Pemprov Jateng telah menyiapkan arah kebijakan untuk menjadikan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi pada 2027.

Pemerintah memperkuat infrastruktur dan konektivitas antardestinasi wisata. Promosi dilakukan melalui jejaring diaspora serta kerja sama sister province dengan sejumlah negara.

Taj Yasin menekankan, ukuran keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya dilihat dari data kunjungan. Dampak langsung bagi UMKM dan kesejahteraan warga menjadi tolok ukur yang lebih penting.

Bagi traveler yang merencanakan liburan ke Jawa Tengah, arah kebijakan ini berpotensi memperkaya pilihan pengalaman wisata. Mulai dari wisata budaya di Borobudur, wisata religi, hingga paket belanja kriya dan batik di sentra UMKM. Informasi terkini soal paket wisata dan agenda daerah dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: zonapasar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks