Pencarian

Destry Sebut Ekonomi RI Belum Optimal, Dorong Bank Percepat Salurkan Kredit Rp 2.548 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:23:01 WIB
Destry Sebut Ekonomi RI Belum Optimal, Dorong Bank Percepat Salurkan Kredit Rp 2.548 Triliun
Destry menyampaikan pandangan arah kebijakan moneter dalam fit and proper test calon Gubernur BI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

BANTEN — Destry yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI memaparkan pandangannya soal arah kebijakan moneter ke depan di hadapan anggota dewan. Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas saja tidak cukup, melainkan perlu ada akselerasi di sektor riil untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan. Pasalnya, terdapat potensi pembiayaan yang menganggur atau undisbursed loan senilai Rp 2.548 triliun yang bisa menjadi suntikan likuiditas bagi dunia usaha.

Undisbursed Loan Rp 2.548 Triliun: Peluang Besar di Tengah Perlambatan

"Siklus ekonomi kita saat ini masih berada di bawah tingkat optimalnya. Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau sekitar 21% dari plafon dan upaya penguatan daya beli masyarakat," ungkap Destry di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Angka tersebut mencerminkan besarnya ruang fiskal dan moneter yang belum termanfaatkan. Jika dana ini bisa dialirkan, terutama ke sektor produktif, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan konsumsi rumah tangga bakal signifikan.

Kredit UMKM Jadi Kunci Penguatan Daya Beli Masyarakat

Selain mendorong penyaluran kredit korporasi, Destry menilai segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran krusial. Sektor ini dinilai menjadi bantalan utama perekonomian nasional karena menyerap tenaga kerja paling banyak dan berkontribusi langsung pada perputaran uang di masyarakat kelas menengah bawah.

"Bank Indonesia juga perlu terus memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini tentunya perlu juga diikuti oleh mandat dan tanggung jawab yang semakin besar sehingga menuntut kapasitas kelembagaan yang semakin kuat dan adaptif," pungkasnya.

Mandat Baru BI: Antara Stabilitas dan Pertumbuhan

Pernyataan Destry ini menjadi sinyal bahwa ke depan BI tidak hanya akan fokus pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, bank sentral juga dituntut lebih agresif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai instrumen kebijakan makroprudensial.

Sebagai informasi, Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur BI yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres). Saat ini, ia diketahui menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan akan menggantikan Perry Warjiyo jika resmi terpilih.

Proses fit and proper test ini menjadi penentu arah kebijakan moneter lima tahun ke depan. Pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan Destry sebagai sinyal kebijakan suku bunga dan likuiditas di masa mendatang.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks