Pencarian

Asian Games 2026: Sanggoe Tanjung dan Wayan Malana Kompak Bidik Emas Skateboard

Minggu, 13 September 2026 • 16:20:31 WIB
Asian Games 2026: Sanggoe Tanjung dan Wayan Malana Kompak Bidik Emas Skateboard
Sanggoe Darma Tanjung berlatih di Amplitude Skatepark, Kerobokan, menjelang Asian Games 2026.

BANTEN — Sanggoe Darma Tanjung bukan nama baru di panggung Asian Games. Skater 24 tahun itu sudah dua kali turun sejak edisi 2018 dan menyumbang perak untuk Indonesia di nomor street pada Asian Games 2022 Hangzhou.

Di Aichi–Nagoya nanti, ia kembali menurunkan nomor yang sama dengan satu misi: membawa pulang medali lagi.

Target Sanggoe: Ulangi Perak, Kejar Lebih Baik

Berbicara usai sesi latihan di Amplitude Skatepark, Kerobokan, Sabtu (12/9/2026), Sanggoe menyebut targetnya sudah bulat. Ia tak menutup peluang naik satu tingkat dari pencapaian di Hangzhou.

"Target saya sih bisa mendapatkan medali lagi ya, karena terakhir dapat medali perak di Asian Games 2022 di Hangzhou. Nanti di Jepang target saya semoga bisa dapat medali lagi. Minta doanya yang terbaik," ujarnya.

Jepang Tuan Rumah, Thailand dan Filipina Mulai Menekan

Peta persaingan nomor street diprediksi tak berubah jauh. Jepang tetap menjadi ancaman utama karena tampil di hadapan publik sendiri.

Yang membuat Sanggoe waspada justru pergerakan negara tetangga. Thailand dan Filipina disebutnya mulai serius membina atlet muda dan siap merepotkan di Jepang.

"Terakhir saya lihat Thailand dan Filipina punya bibit-bibit baru yang perlu diperhitungkan. Mereka mulai unggul dalam pembinaan atlet. Namun, saya harus tetap optimistis dan tetap semangat," tegasnya.

Wayan Malana Bidik Emas di Debut Asian Games

Berbeda dengan Sanggoe, Wayan Malana Fairbrother datang tanpa beban pengalaman Asian Games. Skater asal Bali ini justru menjadikan debutnya sebagai pemicu ambisi.

Targetnya tanpa kompromi. Peraih perak SEA Games 2025 itu ingin bendera Merah Putih berkibar di nomor street.

"Pasti emas! Saya tidak bisa tidur gara-gara memikirkan pertandingan. Semoga ya, anything can happen, dan saya berharap bisa membuat Bendera Merah Putih berkibar tinggi," jelasnya.

Layout Lintasan Cocok, Trik Sudah Disiapkan

Wayan mengaku sudah melihat rancangan lintasan Aichi–Nagoya dan merasa cocok dengan karakter arena tersebut. Sejumlah trik sudah ia matangkan sejak jauh hari untuk dipertunjukkan nanti.

"Sudah lihat layout lintasannya dan saya suka! Sudah banyak trik yang mau saya lakukan di sana," bebernya.

Joget dan Video Call Pelatih Jadi Cara Redakan Grogi

Meski percaya diri, rasa tegang tetap muncul jelang start. Wayan punya ritual sendiri untuk meredamnya: mendengarkan musik, berjoget, dan mencari candaan bersama teman.

Sang pelatih, Agung, disebutnya sebagai sumber tawa andalan. Karena tak bisa hadir langsung, Wayan berencana menghubunginya lewat video call sebelum bertanding.

"Saya suka joget-joget dan ngobrol sama teman biar enggak grogi. Terus lihat mukanya coach-ku biar ketawa. Namanya Om Agung, pasti dia bikin senang nanti. Dia enggak datang, tapi saya bakal video call sama dia. Terus biar enggak grogi, saya bakal bilang aja ke diriku sendiri 'aku pasti bisa', terus memikirkan saya bisa landing run-nya semua," tutupnya.

Asian Games 2026 Aichi–Nagoya menjadi panggung pembuktian bagi dua pendekatan berbeda: pengalaman Sanggoe yang sudah teruji dan keberanian Wayan di debutnya.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks