Pencarian

Disney Siap PHK Ribuan Karyawan, Manajer Diminta Pangkas Biaya 20%

Kamis, 05 November 2026 • 11:36:31 WIB
Disney Siap PHK Ribuan Karyawan, Manajer Diminta Pangkas Biaya 20%
Kantor pusat Walt Disney Co. di Burbank, California, menjadi lokasi pembahasan rencana efisiensi perusahaan.

BANTEN — Walt Disney Co. meminta sejumlah manajer menyusun target penghematan biaya tahunan hingga 20%, langkah yang membuka jalan bagi pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan karyawan. Raksasa hiburan asal Amerika Serikat itu menargetkan pertumbuhan laba per saham disesuaikan dua digit pada tahun fiskal berjalan.

Rencana efisiensi Disney menyasar seluruh lini bisnis, dengan unit taman hiburan, saluran televisi, dan studio film diperkirakan menanggung dampak paling besar. Sumber yang mengetahui pembahasan internal perusahaan menyebut penghematan bisa ditempuh lewat pengurangan jumlah karyawan maupun pemangkasan pos pengeluaran lain.

Hingga akhir tahun fiskal lalu, Disney mempekerjakan sekitar 231.000 orang di seluruh dunia. Pembahasan rencana PHK masih bersifat internal dan belum ada keputusan resmi soal jumlah karyawan yang akan terdampak.

Investasi Kembali ke Produksi Film dan Kapal Pesiar

Chief Executive Officer Josh D'Amaro berencana menginvestasikan kembali sebagian dari penghematan tersebut ke produksi film dan program TV, teknologi, serta bisnis taman hiburan dan kapal pesiar. Alokasi ulang belanja modal itu menjadi sinyal bahwa efisiensi di sisi operasional tidak serta-merta memangkas ambisi ekspansi Disney di lini pengalaman.

Target pertumbuhan laba per saham dua digit mendorong perusahaan terus menekan biaya operasional melalui efisiensi dan restrukturisasi. Selama beberapa tahun terakhir, Disney telah memangkas biaya hingga miliaran dolar dan memberhentikan ribuan karyawan.

Restrukturisasi Divisi Televisi dan Unit Hukum

The Wall Street Journal melaporkan pada 1 Oktober bahwa Disney berencana merestrukturisasi divisi televisi hingga memangkas karyawan di unit hukum dan urusan global perusahaan. Efisiensi sebelumnya menyasar ABC, Pixar, ESPN, studio film, hingga unit bisnis pengalaman.

Presiden Disney Dana Walden mengatakan perusahaan perlu terus mengevaluasi struktur dan skala organisasinya. Dalam konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles bulan lalu, ia menyebut perkembangan teknologi mengubah lanskap bisnis hiburan sehingga perusahaan harus beradaptasi untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.

Tekanan Sektor Hiburan Makin Lebar

Langkah efisiensi serupa dilakukan sejumlah perusahaan hiburan lain, mulai dari Netflix Inc., Sony Pictures Entertainment, hingga divisi Paramount dan Warner Bros. milik Skydance Corp. Tekanan datang dari penurunan pendapatan televisi konvensional dan melambatnya pertumbuhan pelanggan layanan streaming.

Perusahaan hiburan juga bersaing memperebutkan pemirsa yang semakin banyak beralih ke media sosial, video daring, dan layanan streaming milik perusahaan teknologi besar seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc. Pergeseran perilaku menonton itu memukul model bisnis televisi berlangganan yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan industri.

Apa Artinya bagi Investor dan Pekerja

Bagi investor, target laba per saham dua digit menjadi ukuran utama untuk menilai apakah efisiensi berjalan sesuai jadwal. Pemangkasan biaya biasanya diapresiasi pasar jangka pendek karena menjaga margin, tetapi pengurangan investasi konten berisiko menekan pertumbuhan pendapatan dalam beberapa kuartal ke depan.

Bagi karyawan, ketidakpastian berlangsung lebih lama. Pembahasan masih di tingkat manajerial, dan belum ada keterangan resmi soal unit mana yang lebih dulu terkena PHK maupun besaran pesangon. Perusahaan yang sebelumnya sudah melewati beberapa gelombang pemangkasan menghadapi tantangan menjaga moral karyawan yang tersisa.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks