Dedi Mulyadi Beri Apresiasi Langsung ke Seniman Tarompet Pandeglang di Kirab Budaya Cirebon, Sempat Candai "Hayang Duit"

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:10:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi langsung kepada seniman tarompet Pandeglang dalam Kirab Budaya Cirebon.

PANDEGLANG — Suara khas tarompet Banten mengiringi arak-arakan budaya Sunda dalam Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake di Kota Cirebon, Minggu (10/5) lalu. Kehadiran para seniman tiup asal Pandeglang itu langsung mencuri perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir dalam agenda Napak Tilas Pajajaran Milangka Tatas Sunda tersebut.

Dedi Mulyadi Berdialog Langsung dengan Peniup Tarompet

Dalam video yang diunggah Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman melalui akun Instagram resminya, @hermansuryatman, Dedi terlihat mendekati salah seorang pemain tarompet. Dengan gaya santai dan humor khasnya, ia melontarkan pertanyaan soal makna nada yang dibawakan.

"Isi makna nada itu apa? Kalau kata saya mah hayang duit," ujar Dedi sambil tertawa, disambut gelak tawa warga yang berada di lokasi.

Tak hanya bercanda, mantan Bupati Purwakarta itu juga memberikan sejumlah uang kepada seniman tarompet sebagai bentuk apresiasi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku seni tradisional yang masih setia menjaga warisan budaya Sunda-Banten.

Tarompet Pandeglang: Alat Musik Tiup dengan Nuansa Magis

Tarompet merupakan alat musik tiup tradisional yang terbuat dari kayu dan logam, menghasilkan suara melengking khas. Di Banten, alat musik ini berkembang kuat di wilayah Pandeglang dan Lebak, kerap dimainkan dalam ritual adat, pesta rakyat, helaran budaya, hingga pertunjukan debus dan pencak silat.

Irama tarompet biasanya dipadukan dengan kendang, bedug kecil, dan gong untuk mengiringi arak-arakan pengantin, khitanan, hingga acara adat masyarakat Sunda Banten. Sejumlah budayawan menyebut tarompet Banten memiliki pengaruh kuat dari tradisi kesenian Sunda lama yang berkembang sejak masa Kesultanan Banten dan budaya agraris masyarakat Pajajaran.

Kirab Mahkota Binokasih: Simbol Ikatan Sejarah Sunda-Banten

Keikutsertaan seniman tarompet Pandeglang dalam Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake di Cirebon menjadi bukti bahwa seni tradisional Banten masih eksis di panggung budaya Nusantara. Penampilan mereka tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kuatnya ikatan sejarah dan budaya antara masyarakat Sunda di Banten dan Jawa Barat.

Herman Suryatman dalam unggahannya menuliskan, "Seni Tarompet ti Pandeglang Banten," menegaskan asal-usul para pengiring arak-arakan tersebut.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top