SERANG — Polda Banten menggelar tes kesamaptaan jasmani bagi calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Stadion Heroik Grup 1 Kopassus. Sebanyak 46 peserta mengikuti rangkaian seleksi tersebut yang berlangsung selama satu hari.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki hadir langsung meninjau pelaksanaan tes didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan dan sejumlah pejabat utama Polda Banten. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa tes ini merupakan salah satu dari rangkaian panjang seleksi penerimaan taruna Akpol.
Materi Tes: Lari 12 Menit hingga Renang 25 Meter
Irjen Pol Hengki merinci materi yang diujikan dalam tes kesamaptaan jasmani ini. Peserta harus menyelesaikan Samapta A berupa lari 12 menit, Samapta B yang mencakup pull up, sit up, push up, dan shuttle run, serta Samapta C berupa renang sejauh 25 meter dan tes antropometri.
“Materi tes meliputi Samapta A yaitu lari 12 menit, Samapta B yaitu pull up, sit up, push up, dan shuttle run, serta Samapta C berupa renang sejauh 25 meter dan tes antropometri,” jelas Kapolda.
46 Peserta Bersaing, 5 di Antaranya Calon Taruni
Dari total 46 peserta yang mengikuti tes, 41 orang merupakan calon taruna dan 5 orang lainnya calon taruni. Mereka telah melewati berbagai tahapan seleksi sebelumnya sebelum sampai pada tes fisik ini.
“Tahapan seleksi Taruna/i T.A 2026 yang sudah dilaksanakan meliputi pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan tahap I, ujian CAT Psikologi tahap I, ujian CAT Akademik dan PMK, pemeriksaan kesehatan tahap II, dan pada hari ini kegiatan dilanjutkan dengan kesemaptaan jasmani dan antropometri,” ujar Irjen Pol Hengki.
Prinsip BETAH dan Pesan Kapolda ke Peserta
Kapolda Banten menegaskan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun ini mengusung prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian tes dengan sungguh-sungguh.
“Saya harapkan kepada seluruh peserta yang mengikuti tes untuk tetap serius serta tanamkan rasa optimisme di diri anda semuanya, supaya pada akhirnya membuahkan hasil yang baik,” tutup Irjen Pol Hengki.