CILEGON — Program TMMD ke-128 yang digelar Kodim 0623/Cilegon menuntaskan persoalan klasik warga Pulomerak: krisis air bersih. Sepuluh titik sumur bor yang dibangun di Kelurahan Mekarsari sudah rampung 100 persen dan langsung dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Imam Buchori, menyatakan bahwa pengerjaan sumur bor berjalan lancar berkat gotong royong antara personel TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat. "Selesainya 10 titik sumur bor ini adalah komitmen kami untuk menjawab kebutuhan dasar warga akan air bersih yang selama ini menjadi kendala," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Seorang warga Mekarsari mengaku sangat terbantu. Kini ia tak perlu lagi berjalan jauh atau mengeluarkan uang untuk membeli air bersih saat kemarau tiba. "Sekarang memasak, mencuci, sampai kebutuhan ibadah jadi lebih mudah. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI," katanya.
Menurut Letkol Imam Buchori, dampak program ini tidak hanya dirasakan untuk rumah tangga. Pasokan air yang stabil juga mulai dimanfaatkan untuk pertanian skala kecil dan peternakan warga. "Pasokan air yang stabil tentu bisa membantu ketahanan pangan masyarakat dan mengurangi dampak kekeringan saat musim kemarau," tambahnya.
Keberadaan sumur bor ini dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan. Sebelumnya, saat musim kemarau warga kerap kesulitan air bersih dan terpaksa menggunakan air yang kurang layak. Kini aktivitas harian seperti mandi, mencuci, dan memasak bisa dilakukan tanpa hambatan.
Kodim 0623/Cilegon berharap seluruh fasilitas yang dibangun melalui TMMD dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama dalam jangka panjang. Perawatan rutin menjadi kunci agar sumur bor tetap berfungsi optimal, terutama saat puncak kemarau tahun depan.