TMMD ke-128 di Cilegon Resmi Berakhir, Pangdam III/Siliwangi Minta Warga Jaga Infrastruktur yang Sudah Dibangun

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:13:31 WIB
Penutupan TMMD ke-128 di Cilegon dihadiri oleh ratusan prajurit TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

CILEGON — Sebanyak 10 rumah tidak layak huni direhab, lima unit jambanisasi dibangun, dan 10 titik sumur bor dibuat. Itu adalah sebagian dari sasaran fisik yang tuntas dikerjakan dalam TMMD ke-128 di bawah Komando Kodim 0623 Cilegon.

Selain itu, satgas TMMD juga membuka lahan ketahanan pangan seluas satu hektare, merehab dan mengecat musala, menanam 1.000 pohon, membersihkan fasilitas umum, hingga melakukan pipanisasi. Seluruh proyek rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Penutupan TMMD berlangsung di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Kamis (21/5/2026). Acara dihadiri ratusan prajurit TNI, personel Polri, perwakilan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat setempat.

Pesan Pangdam: Pembangunan Bukan Sekadar Fisik

Melalui Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan pesan agar warga memelihara hasil pembangunan. Ia menekankan agar infrastruktur yang sudah jadi memiliki usia pakai maksimal dan manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang.

"Saya mengajak seluruh masyarakat dan unsur terkait untuk memelihara dan menjaga hasil pembangunan TMMD agar memiliki usia pakai maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang," kata Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto di lokasi.

Menurutnya, TMMD bukan sekadar kegiatan fisik. Program ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan antara TNI dan warga. "Melalui program ini TNI hadir mengatasi kesulitan serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah," ujarnya.

Gotong Royong Jadi Kunci Keberhasilan

Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menyebut bahwa keberhasilan TMMD mencerminkan komitmen dan semangat gotong royong yang tinggi dari seluruh personel satgas bersama masyarakat. Ia berharap semangat kebersamaan itu terus dipelihara dan ditingkatkan.

"Kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam stabilitas dan mempercepat pembangunan nasional," kata Danrem 064/Maulana Yusuf saat menyampaikan amanat Pangdam.

Ia menambahkan, kemanunggalan yang telah terjalin selama kegiatan harus dipertahankan demi kesatuan dan pertahanan wilayah.

Dandim Sebut Program Sinkron dengan Pemda

Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD selaras dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, hasil dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) benar-benar mewadahi aspirasi masyarakat.

"Kita tidak berdiri sendiri, Pemda juga tidak berdiri sendiri, sehingga hasil dari musrenbang benar-benar mewadahi dari masyarakat," ujar Dandim.

Selain sasaran fisik, TMMD ke-128 Kodim 0623 Cilegon juga mencakup kegiatan nonfisik. Di antaranya sosialisasi KB dan kesehatan, bahaya narkoba, operasi katarak, cek kesehatan gratis, serta pembagian 200 paket penanganan stunting di Kota Cilegon.

TMMD ke-128 tahun ini berlangsung di empat Kodim wilayah Kodam III/Siliwangi, yakni Kodim 0621/Bogor, Kodim 0611/Garut, Kodim 0619/Purwakarta, dan Kodim 0623/Cilegon.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top