TANGERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat nilai transaksi sebesar Rp3,1 miliar selama tiga hari penyelenggaraan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Acara yang baru saja ditutup itu melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, dan delapan brand kopi lokal.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza Ma'ruf Moesa menyatakan festival ini menjadi bagian dari strategi memperluas ekosistem ekonomi syariah. Menurutnya, potensi di Provinsi Banten masih memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat.
"Pekerjaan rumahnya saat ini adalah soal sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha. Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi," kata Ameriza dalam keterangannya, Sabtu.
BI Banten juga tengah mencari terobosan pengembangan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Sebuah pilot project telah dimulai di Masjid Raya Bintaro dengan tiga fokus program.
Pertama, optimalisasi wakaf produktif untuk kerja UMKM semacam revolving fund atau dana bergulir. Kedua, mendorong pengembangan UMKM. Ketiga, memperkuat aspek edukasi bagi para pelaku usaha.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menilai festival ini menjadi momentum memperkenalkan kekayaan wastra Banten. Ia berharap kegiatan ini memantik minat desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal.
"Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten," ujar Tinawati.
Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK dalam festival ini dimenangkan oleh Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang. Juara kedua diraih Nur Anisa dari Jaya Buana, dan juara ketiga diraih Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang.