TANGERANG — Klaster Giva dikembangkan di atas lahan seluas 4,5 hektare dengan jumlah unit yang sengaja dibatasi. CEO Residential National Sinar Mas Land Prasetijo Tanumihardja menyebut langkah ini untuk menjaga eksklusivitas dan nilai investasi jangka panjang bagi penghuni.
“Kami meyakini bahwa Giva tidak hanya menawarkan nilai hunian yang unggul dari sisi desain, lokasi, dan fasilitas, tetapi juga memiliki prospek investasi jangka panjang yang kuat,” ujar Prasetijo di Tangerang, Selasa.
Setiap rumah di klaster Giva dilengkapi panel surya untuk menghemat konsumsi listrik dari jaringan utama. Teknologi ini menjadi pembeda utama di segmen hunian premium Bekasi yang mulai mengadopsi tren sustainable living.
Selain itu, sistem smart home terintegrasi memungkinkan penghuni mengontrol pencahayaan, CCTV, dan keamanan secara langsung melalui aplikasi ponsel pintar. Kombinasi fitur ini disebut Prasetijo sebagai wujud komitmen perusahaan menghadirkan hunian yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Giva menawarkan empat tipe hunian yang didesain oleh Stairs Architect by Steve Handoko, salah satu arsitek terkemuka di Indonesia. Tipe terkecil, Giva 8, memiliki luas tanah mulai 144 m² dan luas bangunan 185 m² dengan empat kamar tidur dan lima kamar mandi.
Tipe Giva 9 memiliki luas tanah 198 m² dengan luas bangunan 195 m², sementara Giva 10 menawarkan luas tanah 220 m² dan bangunan 282 m². Untuk tipe tertinggi, Giva 12, luas tanah mencapai 264 m² dengan luas bangunan 302 m², lima kamar tidur, garasi khusus, dan area taman yang lebih luas.
Penghuni Giva dapat menikmati private clubhouse yang dilengkapi kolam renang outdoor, kolam renang anak, lapangan tenis, fasilitas kebugaran eksklusif, dan lapangan futsal. The Kaia Boulevard juga tersedia sebagai ruang terbuka hijau untuk berjalan santai atau bersepeda.
Lokasi klaster ini berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, dan komersial seperti Living World Grand Wisata, Artotel Living World Grand Wisata, Eka Hospital, Rumah Sakit Hermina, Go! Wet Waterpark, serta sekolah-sekolah seperti Al-Azhar, IPEKA, dan Notre Dame.
Grand Wisata sebagai township seluas 1.100 hektare memiliki tiga akses gerbang utama. North Gate terhubung langsung ke Tol Jakarta-Cikampek KM21, sementara kawasan ini juga terintegrasi dengan JORR I & II, LRT, dan KCIC Jakarta-Bandung melalui shuttle bus.
Prasetijo menambahkan, Bekasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan hunian modern di timur Jakarta. Faktor pendorongnya adalah pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi, ekspansi kawasan industri, serta meningkatnya tren hunian berkelanjutan di kalangan pembeli properti premium.