CILEGON — Kepemimpinan KH. Ali Mujahidin di Pengurus Besar Al-Khairiyah kembali mendapat dukungan kolektif untuk melanjutkan periode ketiga. Rekomendasi itu muncul dalam Rapat Koordinasi yang mempertemukan Majelis Syuro, Dewan Pakar, dan jajaran Wakil Ketua Umum PB Al-Khairiyah pada Rabu, 20 Mei 2026, di Hotel Royale Krakatau, Kota Cilegon.
Forum tersebut menjadi ruang musyawarah strategis yang dihadiri para ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi. Mereka membahas arah perjalanan Al-Khairiyah menjelang Muktamar XI.
Alasan Dukungan untuk Periode Ketiga
Ketua Umum Majelis Syuro PB Al-Khairiyah, KH. Mansyur Muchyidin, menyampaikan bahwa dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin lahir dari pertimbangan kapasitas kepemimpinan dan kesinambungan program.
"Kami menilai kapasitas kepemimpinan, kesinambungan program, serta keberhasilannya menjalankan amanat berbagai keputusan muktamar sebelumnya sangat baik, sehingga keberlanjutan kepemimpinan menjadi salah satu ikhtiar penting dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat agenda pengabdian Al-Khairiyah kepada umat dan bangsa," kata Mansyur dalam keterangan resminya.
Wakil Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Zakaria Syafei, mengingatkan agar dukungan itu tetap dalam koridor etika organisasi dan tradisi musyawarah. Ia menekankan prinsip “wa sywirhum fil amr” dan “amruhum syr bainahum” sebagai landasan utama pengambilan keputusan.
Masukan Strategis untuk Muktamar XI
Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Amin Suma, memberikan sejumlah masukan strategis terkait pelaksanaan muktamar. Ia menyarankan panitia mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk penghormatan dan penguatan posisi Al-Khairiyah dalam percaturan kebangsaan.
Selain itu, ia mendorong jajaran pengurus melakukan silaturahmi kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk memohon doa, restu, dan dukungan terhadap pelaksanaan muktamar.
Jadwal dan Kepanitiaan Muktamar
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, H. Ahmad Munji, menjelaskan bahwa Muktamar XI direncanakan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Kampus Peradaban Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon. Struktur kepanitiaan telah dibentuk dengan Dr. Rafiudin sebagai Ketua Steering Committee (SC) didampingi Ahmad Trias Sundoro sebagai sekretaris.
Dr. Sayuti ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC) bersama H. Juju Adiwikarta sebagai sekretaris. Ahmad Munji menegaskan bahwa dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin untuk kembali memimpin merupakan aspirasi yang mengemuka kuat dalam rapat koordinasi tersebut.
Menurutnya, kepemimpinan Ali Mujahidin dinilai mampu menerjemahkan amanat muktamar sebelumnya secara progresif sekaligus menjaga kesinambungan gerakan dakwah Al-Khairiyah.