BPBD Kota Tangerang Evakuasi Dua Sapi Kurban Terlepas di Neglasari dan Tangerang, Satu Tercebur Gorong-gorong

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:40 WIB
BPBD Kota Tangerang evakuasi sapi kurban yang terlepas di Kelurahan Tanah Tinggi.

TANGERANG — Dua peristiwa evakuasi sapi kurban terjadi di Kota Tangerang pada waktu yang berbeda, Rabu. BPBD setempat menerjunkan personel pemadam kebakaran dan penyelamatan setelah menerima laporan dari warga melalui layanan pengaduan 112.

Sapi Terlepas Saat Hendak Disembelih di Tanah Tinggi

Kejadian pertama terjadi di Jalan LP Wanita, RT 01/RW 13, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang. Laporan masuk pada pukul 09.15 WIB setelah seekor sapi kurban terlepas akibat tali pengikatnya putus saat hendak disembelih.

“Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Alhamdulillah dua kejadian evakuasi sapi kurban hari ini dapat ditangani dengan baik dan seluruh hewan berhasil diamankan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat dihubungi ANTARA.

Proses pengejaran dan penjebakan dilakukan di area pergudangan VIVO. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menangani dan mengevakuasi sapi tersebut dengan aman. BPBD mengerahkan satu unit Rangga, satu unit Rangga Mako, serta personel gabungan dari UPT Damkar Cibodas, Pos Belendung, dan Mako dalam operasi itu.

Sapi Tercebur Gorong-gorong di Neglasari

Peristiwa kedua terjadi di Jalan Batu Panjang, depan Pergudangan Duta Indah Star Hub, RT 03/RW 05, Kelurahan Batusari, Kecamatan Neglasari. Seekor sapi dilaporkan tercebur ke gorong-gorong sekitar pukul 13.33 WIB.

Petugas dari Pos Belendung langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan peralatan tali dan tripod. “Evakuasi berjalan lancar. Sapi berhasil diangkat dari gorong-gorong dan dikembalikan dalam kondisi selamat,” kata Mahdiar. BPBD menerjunkan satu unit mobil Panther dan tiga personel penyelamatan dalam penanganan kasus ini.

Imbauan BPBD: Pastikan Tali Pengikat Hewan Kurban Kuat

Mahdiar mengimbau masyarakat untuk memeriksa kekuatan tali pengikat hewan kurban, terutama menjelang proses penyembelihan, guna mencegah kejadian serupa. “Keselamatan masyarakat dan hewan kurban harus sama-sama diperhatikan. Pastikan pengamanan hewan dilakukan dengan baik dan melibatkan petugas jika dibutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top