Pemkot Tangsel Masuk Tiga Besar Regional Jawa-Bali, Raih Penghargaan Kemendagri untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 17:35:01 WIB
Pemkot Tangerang Selatan menerima penghargaan Kemendagri atas keberhasilan penanggulangan kemiskinan dan stunting.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah masuk dalam tiga besar regional Jawa-Bali untuk kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi program sosial yang dijalankan oleh jajaran dinas terkait di wilayah tersebut.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kemendagri dalam sebuah forum evaluasi kinerja daerah beberapa waktu lalu. Tim penilai mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk efektivitas program bantuan sosial dan angka prevalensi stunting yang berhasil ditekan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Indikator Penilaian dan Capaian Daerah

Dalam penilaian tersebut, Kemendagri menyoroti dua aspek utama: pertama, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan ekstrem melalui program bantuan tepat sasaran. Kedua, akselerasi penurunan stunting yang melibatkan posyandu dan puskesmas di seluruh wilayah Tangsel.

Pemkot Tangsel dinilai berhasil mengintegrasikan data penerima manfaat dari Dinas Sosial dengan data kesehatan dari Dinas Kesehatan. Langkah ini memungkinkan intervensi gizi dan bantuan tunai diberikan secara simultan kepada keluarga berisiko stunting.

Dampak Langsung bagi Warga

Penghargaan ini tidak sekadar seremoni. Warga di beberapa kelurahan, seperti Ciputat dan Serpong, mulai merasakan dampak nyata dari program tersebut. Posyandu rutin mengadakan penimbangan balita dan pemberian makanan tambahan yang didanai dari anggaran daerah.

Selain itu, program bantuan pangan non-tunai dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diperluas jangkauannya ke wilayah pinggiran. Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Tangsel untuk menekan angka kemiskinan yang sempat terdampak pandemi beberapa tahun lalu.

Langkah Pemkot Selanjutnya

Pasca-penghargaan, Pemkot Tangsel berencana memperkuat kolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menyusun program yang lebih terukur. Targetnya, angka stunting di Tangsel bisa turun di bawah 10 persen dalam dua tahun ke depan.

Pemkot juga akan memperbarui data kemiskinan daerah secara berkala agar penyaluran bantuan sosial tidak lagi tumpang tindih. Evaluasi triwulanan akan dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasaran.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: berita.tangerangselatankota.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top