Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi, Buyback Ikut Anjlok Rp 40.000 per Gram

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 13:59:31 WIB
Harga emas Antam kembali turun dengan buyback anjlok Rp 40.000 per gram pada Rabu ini.

BANTEN — Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada Rabu ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.406.500
  • 1 gram: Rp 2.713.000
  • 2 gram: Rp 5.366.000
  • 3 gram: Rp 8.024.000
  • 5 gram: Rp 13.340.000
  • 10 gram: Rp 26.625.000
  • 25 gram: Rp 66.437.000
  • 50 gram: Rp 132.795.000
  • 100 gram: Rp 265.511.000
  • 250 gram: Rp 663.515.000
  • 500 gram: Rp 1.326.820.000
  • 1000 gram: Rp 2.653.600.000

Sebagai catatan, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026, yakni Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram.

Tekanan dari Pasar Global dan Suku Bunga AS

Pelemahan harga emas Antam sejalan dengan koreksi harga emas dunia. Pada perdagangan Selasa waktu setempat, harga emas spot turun 0,7% ke US$ 4.298,75 per ons, bahkan sempat merosot lebih dari 1% di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 0,9% ke US$ 4.323,90 per ons.

Analis senior pasar dari RJO Futures, Bob Haberkorn, mengatakan aksi jual terjadi karena investor bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. "Para trader sedikit gugup dengan kondisi pasar saat ini. Hampir seluruh kelas aset mengalami aksi risk-off. Kondisi risk-off inilah yang saat ini menekan harga emas," ujarnya.

Tekanan juga terlihat di bursa saham AS. Nasdaq Composite turun 0,9% dan S&P 500 melemah 0,4%. Pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat, yakni Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Mei pada Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis pekan ini.

Potensi Koreksi Lebih Dalam Jika Inflasi AS Panas

Dalam catatan risetnya, Commerzbank menyebut harga emas berpotensi turun lebih lanjut jika data inflasi Mei nanti lebih tinggi dari perkiraan. "Jika data inflasi AS untuk Mei kembali memberikan kejutan ke atas pada Rabu, harga emas kemungkinan akan turun lebih lanjut," tulis riset tersebut. Namun, bank investasi Jerman itu melihat peluang pemulihan harga pada akhir tahun jika The Fed pada akhirnya tidak jadi menaikkan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026. Sementara itu, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah—setelah Iran dan Israel menghentikan saling serang menyusul seruan Presiden Donald Trump—turut menekan harga minyak dunia. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi meredakan tekanan inflasi global.

Reporter: Ikhsan Maulana
Back to top