BANTEN — Asus memperkenalkan ROG Zephyrus Duo 2026 (GX651AX) ke pasar Indonesia pada Februari 2026. Laptop ini mengusung konsep layar ganda yang tidak biasa: dua panel OLED 16 inci dengan spesifikasi identik, bukan layar utama plus layar sekunder seperti pendahulunya. Harganya menembus Rp129.799.000, menjadikannya salah satu laptop gaming termahal di pasaran saat ini.
Keunggulan utama Zephyrus Duo 2026 ada pada konfigurasi layarnya. Kedua panel berukuran sama, sama-sama OLED dengan reproduksi warna akurat dan hitam absolut. Asus menggunakan teknologi Flexible/Bent OLED untuk membengkokkan sirkuit ke dalam bodi, sehingga celah antar layar bisa diminimalkan.
Lapisan Corning Gorilla Glass DXC diterapkan di kedua layar untuk ketahanan gores dan mengurangi pantulan cahaya. Hasilnya, pengalaman pengguna mendekati dua monitor 16 inci yang ditempel berdampingan, bukan layar utama dengan layar bantuan. Bagi editor video, desainer grafis, atau trader yang terbiasa dengan dual monitor, form factor ini menawarkan portabilitas tanpa mengorbankan ruang kerja.
GPU laptop RTX 5090 di perangkat ini beroperasi pada daya 150 watt dengan memori grafis 24GB. Angka ini cukup untuk menjalankan game AAA terbaru seperti Cyberpunk 2077 atau Black Myth: Wukong di pengaturan tertinggi dengan resolusi native. Dukungan DLSS 4 menjaga frame rate tetap stabil saat ray tracing diaktifkan.
Di luar gaming, VRAM 24GB membuka kemampuan render 3D dengan aset resolusi tinggi, compositing video 6K atau 8K, dan simulasi fisika yang biasanya hanya bisa dilakukan di workstation desktop. Prosesor Intel Core Ultra 9 386H juga membawa NPU yang bekerja bersama GPU untuk total kemampuan AI 1.874 TOPS. Asus mengklaim angka ini memungkinkan eksekusi model bahasa besar secara lokal tanpa koneksi internet, termasuk lewat asisten virtual Omni yang berjalan sepenuhnya offline.
Engsel laptop ini bisa dibuka hingga 320 derajat, menghasilkan lima mode penggunaan: Laptop Mode (standar), Dual-Screen Mode (kedua layar aktif penuh), Share Mode (masing-masing layar menghadap satu orang untuk presentasi), Tent Mode (berdiri seperti papan untuk menonton), dan Book Mode (dilipat datar seperti buku besar).
Keyboard-nya bersifat magnetik dan bisa dilepas. Saat ditempelkan kembali ke bodi, keyboard mengisi daya secara otomatis. Permukaannya dilapisi fabric anti-sidik jari, sehingga tidak mudah kotor meski digunakan seharian.
Panel OLED rentan terhadap degradasi akibat panas berlebih. Memasang dua panel OLED di dalam bodi yang sama dengan GPU dan prosesor kelas atas merupakan tantangan termal. Asus menjawabnya dengan Graphite Nano Insulated Sheet, lapisan baru yang dipasang di antara motherboard dan panel OLED bawah untuk menyebarkan panas secara horizontal.
Di atasnya, sistem ROG Intelligent Cooling menggunakan Liquid Metal pada prosesor dan Vapor Chamber untuk distribusi panas merata. Asus mengklaim kombinasi ini menjaga performa tetap stabil dalam sesi panjang tanpa memperpendek umur layar.
ROG Zephyrus Duo 2026 sudah dibekali SSD 2TB PCIe 5.0, antarmuka generasi terbaru dengan kecepatan baca-tulis hampir dua kali lipat dari PCIe 4.0. Perbedaan ini terasa saat memindahkan file besar atau membuka proyek dengan banyak aset.
Jika kapasitas belum cukup, laptop ini masih punya satu slot M.2 tambahan yang bisa diakses lewat penutup khusus tanpa membongkar seluruh bodi. Penambahan SSD bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa perlu ke service center.
ROG Zephyrus Duo 2026 (GX651AX) dijual seharga Rp129.799.000. Produk ini tersedia secara eksklusif di kanal resmi Asus Indonesia. Dengan harga tersebut, laptop ini menyasar segmen pengguna yang membutuhkan kombinasi layar ganda OLED, performa GPU kelas atas, dan fleksibilitas form factor dalam satu perangkat portabel.
Bagi kreator konten yang sering bekerja di luar studio atau gamer yang menginginkan pengalaman dual monitor dalam satu laptop, Zephyrus Duo 2026 menawarkan solusi yang sulit ditandingi kompetitor. Namun, banderol harganya jelas tidak ramah untuk kantong rata-rata pengguna rumahan.