PDIP, Golkar, dan PKB Jatuhkan Sanksi pada Tiga Kadernya di DPRD Terkait Intimidasi ke Dokter Icha

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 00:30:01 WIB
PDIP, Golkar, dan PKB menjatuhkan sanksi disiplin kepada kader DPRD terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.

BANTEN — Tiga anggota DPRD yang disebut-sebut terlibat adalah Theresius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Masing-masing partai kini bergerak, mulai dari pemanggilan hingga ancaman pemecatan.

Sanksi Teguran hingga Pemecatan untuk Kader PDIP

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan partainya tidak akan menoleransi tindakan Veronika Lake. Menurut Djarot, sanksi yang dijatuhkan akan berjenjang sesuai tingkat kesalahan kader.

"Sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya, bisa sanksi secara lisan, tertulis sampai pemecatan," kata Djarot saat dihubungi, Senin (29/6).

Golkar Tunggu Hasil Pendalaman Kasus

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengaku pihaknya masih mendalami kasus yang menyeret Theresius Lazakar. Ia telah meminta DPD Golkar setempat untuk memanggil yang bersangkutan.

Namun, Sarmuji enggan berspekulasi soal sanksi sebelum ada kesimpulan dari proses internal. "Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan," katanya.

PKB: Panggil Kader untuk Tabayyun

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh menegaskan tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menyebut Norbertus Tubani, kader PKB yang diduga terlibat, akan segera dipanggil.

"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," ujarnya.

Nihayatul juga berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Kronologi Tekanan Psikologis Sang Dokter

Dokter Icha ditemukan meninggal di rumah orangtuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 WITA. Ia diduga bunuh diri karena tekanan psikologis setelah diintimidasi oleh sejumlah anggota DPRD.

Peristiwa itu bermula saat Dokter Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6). Dugaan intimidasi terjadi dalam proses penanganan medis tersebut.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top