TANGERANG — Antrean panjang truk sampah masih terlihat di kawasan TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga Jumat (3/7/2026) malam. Kondisi ini terjadi meski kobaran api dan kepulan asap tebal masih menyelimuti sebagian gunungan sampah di lokasi.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengakui aktivitas pembuangan sampah tetap berjalan seperti biasa. "Oh, masih (buang sampah, Red). TPA Jatiwaringin tetap kita operasikan, daripada sampah menumpuk di jalan-jalan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Bupati Maesyal menyebutkan, truk-truk sampah terus berdatangan hingga larut malam. "Sampai jam 02.00 WIB gitu ya," katanya.
Untuk mengurai kepadatan, pemerintah daerah menyiapkan lahan kosong di sekitar TPA sebagai tempat parkir sementara. Langkah ini diambil agar antrean tidak meluber ke jalan umum dan menyebabkan kemacetan. "Jadi ada lahan yang bisa kita manfaatkan untuk sementara. Itu penampungan bagi sampah-sampah yang baru datang melalui dump truck tersebut," jelas Bupati.
Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih terus berlangsung. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen area kebakaran mulai padam. "Walaupun kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih menyala," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
BNPB menerjunkan dua unit helikopter jenis MI-8AMT dengan kapasitas kantung air 4.000 liter untuk water bombing. Selain itu, 20 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga dikerahkan untuk memperkuat tim pemadam di darat.
Metode injeksi atau penyuntikan air langsung ke titik api di bawah permukaan gunungan sampah mulai diterapkan. "Sistem inject ini dibuat pipa di titik-titik api yang ada di TPA Jatiwaringin," kata Djohan. Cara ini diharapkan mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau water bombing.
Sebanyak 18 unit armada pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau helikopter. Penyiraman dari udara dilakukan secara terjadwal pada pagi, siang, dan malam hari.
Keputusan pemerintah daerah tetap mengoperasikan TPA di tengah kondisi darurat ini menuai kontroversi. Sejumlah warga sekitar mengeluhkan asap tebal yang mengganggu pernapasan, sementara petugas pemadam masih berjibaku menjinakkan api yang terus membara. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pembuangan sampah di TPA Jatiwaringin masih berlangsung seperti biasa.