TANGERANG — Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga hari ketiga mendorong Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah antisipatif. Gubernur Banten Andra Soni secara langsung menginstruksikan delapan kepala daerah di provinsi tersebut untuk memonitor ketat kondisi TPA masing-masing.
"Saya mengingatkan kepada bupati wali kota se-Provinsi Banten untuk meninjau memastikan TPA-TPA mereka, TPA-TPA yang ada di lokasi untuk dimonitor. Karena cuacanya panas sekali," kata Andra kepada wartawan di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kamis.
Luas Kebakaran Capai 7 Hektar, Pemadaman Terkendala Gas Metana
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), area yang terbakar di TPA Jatiwaringin mencapai 7 hektar. Proses pemadaman terkendala oleh cuaca panas dan kandungan gas metana di dalam timbunan sampah yang telah menumpuk selama puluhan tahun.
"Dan ini situasi semakin buruk karena cuaca, dan kemudian kan di dalam tumpukan sampah yang sudah berpuluh-puluh tahun ini juga mengandung gas yang bisa menjadi sumber kebakaran," ujar Andra. Ia meminta masyarakat dan wartawan untuk menjauhi lokasi karena api belum sepenuhnya terkendali.
Helikopter Water Bombing Dikerahkan, TMC Tertunda
Penanganan kebakaran dilakukan bersama oleh pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPBD, serta BNPB dikerahkan untuk mempercepat pemadaman. Sebuah helikopter water bombing telah diterjunkan pada siang hari.
Namun, upaya pemadaman melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) belum dapat dilakukan. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa hasil koordinasi dengan BMKG Wilayah II menunjukkan tidak ada potensi awan hujan di wilayah Kabupaten Tangerang dalam sepekan ke depan.
"Untuk TMC belum bisa karena dari BMKG awan di wilayah Kabupaten Tanggerang ini dalam satu minggu ini tidak ada," ujar Djohan.
Musim Kemarau Terpanjang dalam 30 Tahun
Andra Soni mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Bupati Tangerang, musim kemarau tahun ini menjadi salah satu yang paling panjang dan terik dalam tiga dekade terakhir. Ia menyebut kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko kebakaran di tempat pembuangan sampah akhir.
"Tapi disampaikan oleh KLHK tadi Kementerian LHK bahwa situasi ini pernah terjadi seperti ini. Dan memang dilaporkan oleh Bapak Bupati bahwa tiga puluh tahun terakhir ini apa namanya musim panas yang sangat terik dan agak panjang," tutur Andra.
Gubernur berharap kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat teratasi dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia juga menyampaikan harapan akan turunnya hujan sebagai "mukjizat" untuk membantu proses pemadaman di tengah kondisi cuaca yang ekstrem.