BANTEN — Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Tallo, Makassar, pada siang hari. Material kayu yang mendominasi bangunan dan jarak antarrumah yang rapat membuat api cepat merambat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Petugas Damkarmat tiba di lokasi 10 menit setelah laporan diterima. Namun, kondisi jalan di lorong 165 C yang hanya selebar 1,5 meter menyulitkan pergerakan mobil pemadam. Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, mengatakan petugas harus menarik selang hingga ratusan meter dari jalan utama.
"Lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk yang membuat akses menuju titik api cukup sulit," ujar Fadli, Senin.
Tim pemadam berjibaku selama 40 menit untuk menjinakkan kobaran. Sebanyak 12 unit armada dikerahkan, termasuk dua mobil tangga dan satu unit suplai air. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WITA.
Hasil pemeriksaan sementara di lapangan, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di ujung lorong. Saksi mata melihat percikan api dari kabel listrik yang menggantung sebelum kemudian membesar. Damkarmat masih menyelidiki titik pasti sumber api.
Lima rumah yang terbakar seluruhnya berdinding papan dan beratap seng. Tidak ada bangunan permanen di sekitar titik api, sehingga material mudah terbakar mempercepat perluasan area terdampak. Warga setempat berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik dan dokumen penting sebelum api melalap habis bangunan.
Puluhan warga sekitar ikut membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Mereka membentuk rantai ember untuk menyiram titik api dari jarak aman. Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian ini.
Damkarmat Makassar akan berkoordinasi dengan PLN untuk memeriksa instalasi listrik di lingkungan tersebut. Fadli mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi kabel dan tidak membebani satu stop kontak dengan banyak perangkat elektronik. "Kami juga minta warga memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah," tambahnya.
Data sementara dari Dinas Sosial Makassar mencatat 15 jiwa terdampak kebakaran. Mereka kini mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu bantuan logistik dari pemerintah kota.