Meta Rilis Muse Spark 1.1, Model AI Agenik dengan Kemampuan Multimodal dan Otomatisasi Komputer

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 20:16:01 WIB
Meta meluncurkan Muse Spark 1.1 dengan kemampuan agenik dan multimodal untuk otomatisasi komputer.

BANTEN — Meta memperkenalkan Muse Spark 1.1 sebagai jawaban atas dominasi OpenAI dan Anthropic di ranah kecerdasan buatan. Model ini dikembangkan oleh Superintelligence Labs, unit baru yang dipimpin mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang. Langkah ini menandai kembalinya Meta ke panggung utama AI setelah menjalani restrukturisasi besar-besaran selama setahun terakhir.

Kemampuan Agenik: Eksekusi Tugas Multi-Lapisan

Tidak seperti asisten virtual biasa yang hanya menjawab pertanyaan, Spark 1.1 dirancang sebagai model agenik—bisa mengambil tindakan nyata atas nama pengguna. Meta menyebut model ini mampu "mengorkestrasi sistem multi-agen untuk mengoptimalkan latensi ujung-ke-ujung."

Sistem ini terdiri dari satu agen utama dan beberapa sub-agen. Agen utama menyusun rencana, lalu mendelegasikan eksekusinya ke sub-agen secara paralel. Sub-agen bekerja sesuai tugasnya, menggunakan alat yang tersedia, dan melapor kembali ke agen utama bila perlu.

Spark 1.1 juga mengelola jendela konteks (context window) sebesar 1 juta token secara aktif. Model ini mengingat aksi-aksi sebelumnya, mengambil informasi dari pekerjaan awal, dan memadatkan konteks dengan menyimpan langkah penting. Artinya, pengguna bisa meminta tugas yang lebih rumit tanpa khawatir batas kapasitas model.

Kendalikan Komputer dan Coding Otomatis

Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan Spark 1.1 mengambil alih kendali komputer. Model ini bisa mempertahankan konteks dalam sesi panjang dan menavigasi antarmuka yang asing dengan sedikit interaksi dari pengguna. Sistem bisa membedakan kapan harus mengotomatiskan tugas dan kapan harus bernavigasi secara manual.

Di bidang coding, Spark 1.1 menjanjikan peningkatan signifikan, terutama untuk tugas yang melibatkan basis data kompleks. Model ini bisa men

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: cnet.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top