Jurnalis teknologi Namerah Saud Fatmi dari Android Central melakukan pengujian ekstrem terhadap empat merek casing populer untuk Pixel 8 miliknya. Produk yang diuji meliputi Poetic Revolution, Dbrand Grip Case, Quad Lock MAG Case, dan BURGA Tough Case. Rentang harga produk-produk ini bervariasi, dari kelas menengah hingga premium, dan masing-masing mengklaim perlindungan jatuh dengan standar berbeda.
Klaim "military grade" yang sering digunakan produsen casing ternyata memiliki standar terukur. Mengutip penjelasan SUPCASE, standar tersebut mensyaratkan casing harus lolos 26 kali uji jatuh dari ketinggian 4 kaki (sekitar 1,2 meter) ke permukaan kayu lapis yang diletakkan di atas dasar beton dengan penyangga baja.
Dalam uji awal, keempat casing berhasil melindungi ponsel dari goresan saat diguncang dalam tas berisi benda tajam seperti kunci dan power bank. Namun, Poetic Revolution menjadi satu-satunya yang memiliki pelindung layar bawaan, sementara tiga casing lainnya hanya melindungi bagian belakang dan bingkai ponsel.
Uji paling menegangkan dilakukan dengan melempar Pixel 8 yang terbungkus casing Poetic Revolution dari lantai dua sebuah rumah. Ketinggian tersebut setara dengan 20 kaki atau sekitar 6 meter, sesuai klaim ketahanan yang dipasang produsen. Hasilnya, ponsel tetap berfungsi sempurna tanpa goresan atau retakan, meskipun casing terlepas dari tubuh ponsel akibat benturan.
Kerusakan yang ditemukan hanya berupa penyok kecil di area camera bar yang tidak mengganggu fungsi kamera maupun estetika ponsel secara keseluruhan. Layar tetap utuh berkat pelindung bawaan, dan seluruh fungsi seperti panggilan serta fotografi berjalan normal.
Pengujian paling ekstrem dilakukan dengan menjalankan mobil MPV di atas ponsel yang masih terbungkus casing Poetic Revolution. Hasilnya mengejutkan — layar sentuh, kamera, mikrofon, speaker, hingga modul Wi-Fi dan Bluetooth tetap berfungsi normal. Ponsel bahkan masih bisa digunakan untuk mengirim pesan suara di WhatsApp dan memutar video YouTube.
Namun, setelah casing dilepas, ditemukan retakan seperti sarang laba-laba di bagian bawah kaca belakang ponsel. Kerusakan ini terjadi setelah ponsel melalui serangkaian uji jatuh beruntun, termasuk dalam kondisi panas ekstrem 45 derajat Celsius. Meski begitu, ponsel masih dapat digunakan sepenuhnya, termasuk saat dicuci dengan air.
Pengujian ini membuktikan bahwa angka ketahanan jatuh yang dicantumkan produsen bukan sekadar taktik pemasaran kosong. Casing berkualitas dari merek terpercaya seperti Poetic benar-benar mampu melindungi ponsel dari skenario jatuh yang mengerikan, bahkan saat dihantam benda berat sekalipun.
Bagi pengguna di Indonesia yang kerap membeli casing murah tanpa standar jelas, hasil uji ini menjadi pengingat penting. Investasi pada casing dari merek yang telah melakukan uji ketahanan secara nyata adalah langkah bijak untuk melindungi ponsel yang harganya jauh lebih mahal — mengingat biaya perbaikan layar atau kamera ponsel flagship kerap mencapai jutaan rupiah.