BPBD Kota Tangerang Prediksi Hujan Ringan 22-24 Oktober, Warga Diminta Siapkan Perlengkapan Hujan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 16:15:31 WIB
BPBD Kota Tangerang memprediksi hujan ringan pada 22-24 Oktober dan mengimbau warga menyiapkan perlengkapan hujan.

TANGERANG — Selain tiga hari tersebut, kondisi cuaca di Kota Tangerang diprediksi cerah pada Senin, Selasa, Rabu, dan Minggu. Meski begitu, BPBD tetap mengimbau warga memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi.

Mahdiar menyampaikan peringatan itu di Tangerang, Senin, dengan menekankan pentingnya kesiapan warga menghadapi peralihan cuaca.

"Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca, termasuk menyiapkan perlengkapan hujan ketika beraktivitas di luar ruangan pada hari-hari yang berpotensi diguyur hujan," kata Mahdiar.

Gorong-gorong Diminta Dibersihkan Sebelum Hujan Turun

Perubahan cuaca juga mendorong BPBD meminta warga lebih intens menjaga kesehatan. Lingkungan yang bersih disebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

"Jangan lupa gotong royong membersihkan gorong-gorong dan lainnya," ujarnya.

Untuk layanan kegawatdaruratan, warga Kota Tangerang bisa menghubungi call center 112. BPBD Kota Tangerang juga menyediakan nomor piket 021-5582-144 yang aktif selama 24 jam.

Dinkes Siapkan Puskesmas untuk Keluhan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni menambahkan, warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lain dapat memanfaatkan layanan puskesmas. Dinkes memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan rujukan sudah disiapkan.

Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kondisi kesehatan sehari-hari selama cuaca berubah.

"Tidak perlu panik, namun tetap waspada. Kalau ada anak-anak yang mengalami influenza atau pilek kemudian demam tinggi, kelihatan lemah, ada gangguan pencernaan, atau batuk yang menyebabkan sesak, jangan ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan lanjutan apabila setelah istirahat atau pengobatan di rumah tidak ada perbaikan," kata dr Dini.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top