Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.864, Spread Kurs Tunai di Tiga Bank Utama Capai Rp 300

Selasa, 02 Juni 2026 • 10:44:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.864, Spread Kurs Tunai di Tiga Bank Utama Capai Rp 300
Rupiah melemah ke level Rp 17.864 per dolar AS pada pukul 09.38 WIB di tengah penguatan IHSG.

BANTEN — Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Pada pukul 09.38 WIB, mata uang Garuda melemah 0,33 persen ke level Rp 17.864 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi meskipun IHSG justru menguat ke 6.217, menandakan pasar saham dan valas bergerak dalam sentimen yang berbeda.

Fenomena ini lazim terjadi saat aliran modal asing masuk ke pasar saham jangka pendek, sementara permintaan dolar korporasi untuk impor atau bayar utang luar negeri tetap tinggi. Akibatnya, rupiah terus tertekan meski IHSG menghijau.

Selisih Harga Jual-Beli Tunai Tembus Rp 300

Bagi masyarakat dan pelaku bisnis yang menukar dolar tunai di bank, biaya transaksi kini tergolong mahal. Di BCA, kurs jual bank notes mencapai Rp 17.940 per dolar AS, sementara kurs beli hanya Rp 17.690. Spread atau selisihnya mencapai Rp 250.

Kondisi serupa terjadi di Bank Mandiri. Untuk transaksi TT Counter dan bank notes, bank pelat merah ini memasang harga jual Rp 17.940 dan harga beli Rp 17.640. Selisihnya lebih lebar, yaitu Rp 300 per dolar. Sementara itu, BNI menawarkan kurs jual bank notes di Rp 17.925 dan kurs beli di Rp 17.625, dengan spread Rp 300.

Nasabah dengan Transaksi Besar Bisa Negosiasi Harga Khusus

Bagi korporasi atau individu yang bertransaksi di atas 25.000 dolar AS, ketiga bank menyediakan skema special rate yang lebih kompetitif. Mandiri, misalnya, menawarkan kurs jual khusus Rp 17.895 dan kurs beli Rp 17.865, sehingga spread menyempit menjadi hanya Rp 30. Angka ini jauh lebih efisien dibandingkan transaksi ritel.

“Kurs khusus ini bersifat indikasi. Nasabah perlu menghubungi cabang untuk mendapatkan harga pasti yang berlaku saat transaksi,” demikian keterangan yang tercantum dalam informasi kurs BNI.

Mengapa Spread Valas Kian Melebar?

Melebarnya selisih kurs jual-beli di bank merupakan sinyal klasik tingginya ketidakpastian nilai tukar. Dalam kondisi volatil, bank cenderung memperlebar spread untuk mengantisipasi risiko pergerakan harga yang tajam dalam waktu singkat. Ini menjadi biaya tersembunyi yang harus ditanggung nasabah, terutama untuk transaksi tunai dalam jumlah kecil.

Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan penyampaian dokumen underlying untuk transaksi valas tertentu juga turut mempengaruhi likuiditas di pasar. Ketentuan ini bertujuan memastikan setiap transaksi memiliki dasar kegiatan ekonomi riil, namun dalam praktiknya dapat memperlambat perputaran valas di perbankan.

Apa Arti Level Rp 17.864 bagi Perekonomian?

Level Rp 17.864 per dolar AS mendekati titik psikologis Rp 18.000 yang kerap menjadi kekhawatiran pelaku pasar. Pelemahan ini langsung berdampak pada biaya impor bahan baku dan barang modal, yang ujungnya bisa mendorong inflasi. Bagi perusahaan yang memiliki utang dalam dolar, beban pembayaran bunga dan pokok utang otomatis membengkak.

Namun, di sisi eksportir, rupiah yang lemah justru menguntungkan karena pendapatan dalam dolar menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah. Sektor komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan nikel menjadi penerima manfaat utama dari situasi ini.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks