TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan bahwa perubahan perilaku warga menjadi faktor utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, program pembersihan sungai dan aksi penghijauan akan jauh lebih efektif jika didukung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
"Jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dan gaya hidup. Karena lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kota yang indah, tetapi juga menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat," ujar Sachrudin saat menghadiri Festival Kali Sabi, Minggu.
Perubahan Perilaku Lebih Penting dari Kegiatan Seremonial
Sachrudin menegaskan, aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon dalam festival itu bukan sekadar kegiatan simbolis. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran warga agar memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan dari hal-hal sederhana.
"Yang paling penting adalah perubahan perilaku. Mari kita mulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air," katanya.
Ia juga menyebut sungai sebagai urat nadi kehidupan yang berfungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengendalikan banjir, serta menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Keberhasilan Program Lingkungan
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menghadirkan program pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Namun, Sachrudin menekankan keberhasilan program itu hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Kota Tangerang yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing.
Festival Kali Sabi Padukan Gerakan Lingkungan dengan Pemberdayaan UMKM
Selain mengangkat isu lingkungan, Festival Kali Sabi juga menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wali Kota mengapresiasi penyelenggara yang mampu memadukan gerakan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Melalui semangat kebersamaan, kita wujudkan Kota Tangerang yang semakin bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang," kata Sachrudin.
Ia mengajak seluruh warga menjadikan Festival Kali Sabi sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.