Pencarian

Hadapi Musim Kemarau, Distan Lebak Minta Petani Aktifkan Ribuan Pompa Air agar Tak Gagal Panen

Minggu, 12 Juli 2026 • 18:16:02 WIB
Hadapi Musim Kemarau, Distan Lebak Minta Petani Aktifkan Ribuan Pompa Air agar Tak Gagal Panen
Petani Lebak diminta mengaktifkan ribuan pompa air untuk mengantisipasi gagal panen saat musim kemarau.

LEBAK — Ancaman gagal panen akibat musim kemarau mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten Lebak. Distan setempat mendorong petani di wilayah rawan kekeringan untuk mengoptimalkan penggunaan pompa air, termasuk pompa pantek, yang bisa menyedot air dari sungai, embung, mata air, hingga air tanah.

"Kita jangan sampai musim kemarau itu menimbulkan gagal panen," kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan, di Lebak, Minggu.

Ribuan Pompa Air Siaga, Petani Diminta Bergerak

Dodi menjelaskan, pemerintah telah mendistribusikan ribuan unit pompa air ke berbagai kelompok tani. Alat ini menjadi solusi utama saat jaringan irigasi mulai menyusut, terutama di lahan sawah tadah hujan atau yang jauh dari sumber air permukaan.

"Berdasarkan pengalaman kemarau panjang beberapa tahun lalu, produksi pangan bisa berhasil melalui penggunaan pompa air itu. Kami berharap petani dapat menggunakannya untuk memenuhi ketersediaan air," ujarnya.

Benih Tahan Kekeringan Jadi Andalan

Selain pompa air, Distan Lebak juga merekomendasikan penggunaan varietas benih unggul yang tahan terhadap cekaman kekeringan. Dodi meminta petani yang masih melakukan gerakan tanam untuk menggunakan benih Inpago dan Situ Bagendit.

"Kami minta petani tetap dapat menggunakan pompa air dan penggunaan benih Inpago dan Situ Bagendit di saat musim kemarau itu," kata Dodi menjelaskan.

Harga Gabah Tinggi, Petani Diuntungkan

Meski ancaman kekeringan membayangi, nilai tukar petani (NTP) secara nasional tercatat cukup tinggi, yakni 127,65. Angka ini dinilai mampu menjaga kesejahteraan petani di tengah tekanan cuaca.

Di tingkat petani Lebak, harga gabah kering pungut (GKP) mencapai Rp7.300 per kilogram, melebihi harga patokan pemerintah (HPP) yang sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini menjadi insentif bagi petani untuk tetap produktif selama musim kemarau.

Petani di Cibadak: Siap Pompa Air Jika Irigasi Surut

Samsudin, petani asal Cibadak, Kecamatan Cibadak, mengaku tanamannya di Blok Desa Malabar seluas puluhan hektare masih teraliri air dari jaringan irigasi. Rata-rata usia tanam padi di wilayahnya sudah mencapai 30 hari setelah tanam (HST).

"Kami siap melakukan pompa air jika irigasi menyusut akibat kemarau," katanya menjelaskan.

Distan Lebak mencatat, beberapa lokasi persawahan di kabupaten tersebut memang rawan kekeringan karena tidak memiliki sumber air alternatif. Oleh karena itu, pengaktifan pompa air secara massif menjadi kunci agar target produksi pangan daerah tetap tercapai di tengah musim kemarau tahun ini.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks