TANGERANG — Proses pendinginan dan pembasahan di area landfill TPA Jatiwaringin terus berlangsung hingga hari ini. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, masa transisi ini menjadi fase kritis yang membutuhkan pengawasan ketat dari berbagai pihak.
Strategi Pendinginan: Tandon Air Raksasa dan Akses Jalan Baru
Untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal, Pemkab Tangerang menyiapkan infrastruktur pendukung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah mengerahkan beberapa unit tandon air berkapasitas besar.
"Kami siapkan toren berkapasitas 5.000 liter, 1.500 hingga 2.000 liter yang ditempatkan di titik atas landfill," ujar Maesyal di Tangerang, Senin.
Selain tandon, BPBD Kabupaten Tangerang juga menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan menuju titik api atau asap yang masih tersisa di gunungan sampah. Langkah ini mempermudah kendaraan pemadam mencapai lokasi yang sulit dijangkau.
Personel Bersiaga Penuh hingga Kondisi Benar-Benar Aman
Pengawasan area dilakukan secara ketat oleh personel dari BPBD, DLH, dan PDAM yang bersiaga penuh di lokasi. Armada pemadam kebakaran dan pasokan air yang memadai disiagakan selama 24 jam.
"Dari mulai hari ke-11 sampai saat ini, terus kita akan melaksanakan penyiraman, pendinginan, dan pembasahan. Pembasahan dari seluruh yang ada di TPA Jatiwaringin ini, baik itu di level bawah, di tengah, maupun di atas," jelas Maesyal.
Bupati menegaskan personel akan tetap berada di lokasi hingga situasi benar-benar terkendali. "Personil tetap stay di sini sampai benar-benar situasi kondisi pembasahan ini bisa terjaga dengan baik," tuturnya.
Status Tanggap Darurat: Keputusan Dievaluasi Besok
Status tanggap darurat kebakaran TPA Jatiwaringin saat ini masih berlaku berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 yang ditetapkan sejak 1 Juli. Masa kedaruratan dijadwalkan berakhir pada 14 Juli 2026.
Namun, keputusan perpanjangan atau pencabutan status tersebut akan ditentukan setelah evaluasi menyeluruh bersama lintas sektor. "Besok tanggal 14 Juli 2026 baru akan kita rapatkan dan evaluasi secara menyeluruh bersama BNPB, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan, termasuk dengan Manggala Agni dan pihak provinsi. Tinggal tunggu keputusannya besok," kata Maesyal.
Apa yang Terjadi di TPA Jatiwaringin?
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, berlangsung selama 11 hari dan baru bisa dipadamkan setelah berbagai upaya dilakukan. Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga meminta Pemkab Tangerang memperkuat mitigasi di masa transisi.
Pemerintah daerah kini fokus pada pencegahan agar kebakaran serupa tidak terulang, termasuk dengan memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana di TPA tersebut.