Pencarian

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 4 Kali dalam 12 Jam, Status Siaga Level III Berlaku

Senin, 17 Agustus 2026 • 09:39:31 WIB
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 4 Kali dalam 12 Jam, Status Siaga Level III Berlaku
Empat kali erupsi tercatat di Gunung Anak Krakatau dalam 12 jam terakhir dengan status Siaga Level III.

LAMPUNG SELATAN — Empat kali rangkaian erupsi tercatat dalam kurun waktu kurang dari 12 jam terakhir di Gunung Anak Krakatau. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memastikan status gunung tersebut masih berada di Level III atau Siaga hingga Minggu (16/8) malam.

“Statusnya masih Level III, Siaga. Jadi meskipun kondisi visual tidak selalu bisa diamati, masyarakat tetap harus mengikuti rekomendasi yang berlaku,” ungkap Andi, Minggu (16/8).

Rangkaian Erupsi Masih Berlangsung Fluktuatif

Andi menjelaskan, aktivitas erupsi yang terjadi beberapa kali dalam sehari ini menunjukkan kegempaan dan letusan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara fluktuatif. Pihaknya terus memantau perkembangan dari data kegempaan maupun pengamatan visual.

“Memang hari ini aktivitas erupsi kembali terjadi beberapa kali. Kami masih terus memantau perkembangan dari data kegempaan maupun pengamatan visual,” tambahnya.

Radius Aman 3 Kilometer dari Kawah Aktif

Menghadapi kondisi ini, Andi menyerukan larangan tegas bagi masyarakat, terutama nelayan dan wisatawan, untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta dihentikan sementara.

“Kami mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pengunjung untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Jangan mengambil risiko karena aktivitas gunung masih terus kami pantau,” tandasnya.

Potensi Bahaya di Perairan Selat Sunda

Selain ancaman luncuran material vulkanik, erupsi yang terjadi di tengah laut ini juga berpotensi menimbulkan gangguan bagi aktivitas pelayaran. Nelayan yang biasa melaut di sekitar perairan tersebut diminta untuk mencari lokasi penangkapan ikan yang lebih aman dan menjauh dari area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang.

Masyarakat pesisir diharapkan tetap tenang namun waspada, serta hanya mempercayai informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau dan Badan Geologi. Status Siaga ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan data visual dan instrumental di lapangan.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tangerangpos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks