BANTEN — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima menyambut puncak perayaan kemerdekaan. Pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan terhadap perangkat pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi yang memasok kawasan Istana Kepresidenan.
Pengamanan Berlapis di Istana dan Cadangan Daya 9 GW
Darmawan menjelaskan, pengamanan di Istana Negara tidak hanya mengandalkan satu jalur pasokan. PLN menyiapkan lima lapis pengamanan yang dimulai dari pembangkit, gardu induk, transmisi, hingga sistem digital SCADA. Selain itu, perusahaan menyiapkan uninterruptible power supply (UPS) dan generator cadangan sebagai antisipasi jika terjadi gangguan pada jaringan utama.
"Ini kami persiapkan dengan baik sehingga di sini kami menyediakan listrik yang tanpa kedip dengan harapan memastikan bahwa Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ini yang dirayakan di Istana Negara juga bisa berjalan dengan lancar," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus mencapai 42,6 GW. Angka ini masih di bawah daya mampu pembangkit yang mencapai 51,6 GW, sehingga terdapat cadangan daya cukup besar, sekitar 9 GW atau 21,1 persen. Keandalan sistem juga diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak.
Respons Cepat Pemulihan Pascagempa Flores
Kesiapsiagaan PLN tidak hanya untuk agenda kenegaraan. Darmawan mengungkapkan, timnya bergerak cepat memulihkan pasokan listrik di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah wilayah tersebut diguncang gempa. Begitu gempa terjadi, petugas langsung diterjunkan tanpa menunggu arahan lebih lanjut untuk memeriksa dan memperbaiki infrastruktur terdampak.
"Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan," kata Darmawan.
Selain NTT, PLN juga memastikan sistem kelistrikan Kalimantan yang sempat terganggu pada sisi pembangkit kini berangsur pulih. Penambahan pasokan dari dua pembangkit baru disebut membuat sistem di Pulau Kalimantan semakin kuat dan stabil.
Dukungan Logistik dan Armada Siaga
Untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan, PLN mengerahkan armada lengkap. Total ada 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional yang disiagakan di berbagai titik strategis.
Seluruh unit bisnis PLN saat ini berstatus siaga penuh. "Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan, memastikan komitmen perusahaan menghadirkan layanan kelistrikan andal bagi seluruh kegiatan kenegaraan dan masyarakat luas selama momen peringatan kemerdekaan.