Pencarian

Bitcoin Tertahan di US$79.522, Tiga Agenda Ekonomi AS Pekan Ini Jadi Penentu Target US$85.000

Senin, 07 September 2026 • 19:32:31 WIB
Bitcoin Tertahan di US$79.522, Tiga Agenda Ekonomi AS Pekan Ini Jadi Penentu Target US$85.000
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$79.522 dengan rentang pergerakan 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494.

JAKARTA — Bitcoin (BTC) bergerak di kisaran US$79.522, dengan rentang perdagangan 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494. Dalam sepekan terakhir, aset kripto ini sempat menyentuh US$82.108 sebelum kembali terkoreksi. Fase konsolidasi ini menjadi perhatian utama para investor.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai area US$82.000 adalah level krusial yang harus ditembus. Jika berhasil ditembus dengan volume dan permintaan kuat, peluang menguji US$85.000 semakin terbuka.

Dua Laporan Inflasi Jadi Katalis Utama Pergerakan Bitcoin

Pasar kripto menghadapi dua laporan inflasi utama pekan ini. Bureau of Labor Statistics (BLS) akan merilis Producer Price Index (PPI) Agustus pada 10 September, disusul Consumer Price Index (CPI) Agustus pada 11 September.

CPI Juli tercatat naik 3,4 persen secara tahunan. Angka ini menjadi sorotan setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.

“PPI dan CPI akan menjadi dua data yang sangat penting. Jika inflasi melebihi ekspektasi, ekspektasi penurunan suku bunga bisa memudar,” ujar Yudho.

Lelang Obligasi Treasury dan Kebijakan Baru Buyback Mulai Berlaku

Sebelum data inflasi dirilis, investor mencermati lelang Treasury Note tenor 10 tahun pada 9 September 2026. Departemen Keuangan AS juga memberlakukan kebijakan baru yang menaikkan batas maksimum operasi liquidity-support buyback dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi.

Kebijakan tersebut berlaku untuk surat utang berjangka panjang mulai 9 September hingga awal November. Hasil lelang yang lemah berpotensi mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi, tekanan bagi aset berisiko seperti kripto.

Arus Dana ETF Masih Menopang Harga Bitcoin

Di tengah volatilitas, permintaan institusional menunjukkan sinyal positif. ETF Bitcoin di AS membukukan net inflow sekitar US$175 juta pada 4 September, mencatat tiga sesi beruntun dengan arus dana positif. BlackRock IBIT menyumbang US$117 juta, sedangkan Fidelity mencatat arus masuk sekitar US$57,22 juta.

Sehari sebelumnya, total inflow ETF Bitcoin mencapai sekitar US$731 juta. “ETF inflow memperlihatkan bahwa permintaan institusional masih ada ketika Bitcoin mengalami konsolidasi. Jika tren ini berlanjut, tekanan dari sisi permintaan bisa membantu mempertahankan struktur kenaikannya,” kata Yudho.

Sentimen Pasar Prediksi Masih Positif Menuju US$85.000

Laporan mencatat pasar prediksi memberikan probabilitas sekitar 77 persen bahwa BTC akan melewati US$85.000 sebelum 2 Oktober 2026. Meski demikian, probabilitas di prediction market bersifat dinamis dan bukan proyeksi harga yang pasti.

“Untuk menuju US$85.000, Bitcoin tidak hanya membutuhkan faktor teknikal. Pergerakan minggu ini penting untuk melihat apakah investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko atau justru memilih defensif menjelang keputusan The Fed,” jelas Yudho.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fixsnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks