Pencarian

Bandara Wunopito di Lembata Ditutup 24 Jam akibat Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotolok, Ini NOTAM Terbarunya

Selasa, 08 September 2026 • 19:52:32 WIB
Bandara Wunopito di Lembata Ditutup 24 Jam akibat Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotolok, Ini NOTAM Terbarunya
Bandara Wunopito di Lembata, NTT, ditutup sementara selama 24 jam akibat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok.

Penutupan sementara Bandara Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi berlaku mulai Selasa (8/9/2026) pukul 07.01 WIB. Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen (NOTAM) karena landasan pacu terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok yang kolomnya mencapai 800 meter di atas puncak.

TANGERANG — AirNav Indonesia memastikan penutupan operasional Bandara Wunopito (WATW) berlaku hingga estimasi Rabu (9/9/2026) pukul 06.00 WIB. Keputusan ini tertuang dalam NOTAM C1134/26 yang menggantikan NOTAM C1106/26, sebagai respons atas terdampaknya area bandara oleh abu vulkanik.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan, penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan. Hal ini menyusul erupsi Gunung Ili Lewotolok yang kembali terjadi pada Selasa pukul 06.35 WITA.

Kolom Abu Bergerak ke Arah Barat

Dari hasil pemantauan, kolom abu hasil erupsi teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak gunung. Arah sebarannya bergerak menuju sisi barat, yang sejalan dengan posisi bandara di wilayah tersebut.

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar Hermana dalam keterangan tertulisnya di Tangerang, Selasa.

AirNav Indonesia menegaskan bahwa sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam operasional penerbangan. Partikel abu dinilai dapat mengganggu kinerja mesin pesawat serta mengurangi jarak pandang pilot apabila melintasi wilayah terdampak.

Pemantauan Berkelanjutan dan Koordinasi Instansi Terkait

Kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus dipantau secara ketat. AirNav Indonesia berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan informasi ruang udara dan operasional penerbangan selalu mutakhir.

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," kata Hermana menambahkan.

Langkah koordinasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Maskapai dan calon penumpang diimbau memantau perkembangan informasi resmi dari operator bandara dan AirNav Indonesia.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks