SERANG — Pemerintah Kota Serang tidak ingin peringatan Tahun Baru Islam hanya berhenti sebagai seremoni. Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kamis (25/6/2026), justru dimanfaatkan untuk menegaskan arah pembangunan daerah ke depan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi dalam sambutannya mengatakan, perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW mengandung nilai-nilai penting yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
“Hijrah mengajarkan kita bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik memerlukan niat yang tulus, kerja keras, kebersamaan, dan kesungguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Budi di hadapan aparatur sipil negara (ASN), ulama, dan tokoh masyarakat.
Budi menekankan, kesejahteraan masyarakat tidak bisa diwujudkan tanpa pertumbuhan ekonomi yang solid. Salah satu motor penggeraknya adalah investasi.
“Untuk menyejahterakan masyarakat, diperlukan banyak investasi. Membuka kawasan industri di Kota Serang adalah salah satu langkah untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dan hidup sejahtera,” katanya.
Pemkot Serang meyakini, masuknya investasi ke daerah akan memicu efek berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peningkatan pendapatan asli daerah. Namun, Budi mengakui bahwa setiap kebijakan pembangunan kerap dihadapkan pada hambatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong menghadapi tantangan tersebut.
Selain mendorong investasi, Pemkot Serang juga tengah menggarap sejumlah proyek fisik yang menyentuh langsung wajah ibu kota Provinsi Banten. Dua di antaranya adalah penataan Kawasan Royal Baroe dan revitalisasi Alun-Alun Kota Serang.
Proyek ini dirancang untuk mempercantik kawasan pusat kota sekaligus menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga. Pemkot juga menyiapkan pembangunan Pasar Lama sebagai sentra ekonomi baru yang diharapkan mampu menggerakkan roda usaha kecil dan menengah.
Tak hanya itu, akses jalan menuju kawasan Alun-Alun Kota Serang juga akan ditingkatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Budi menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, ulama, tokoh masyarakat, dan ASN menjadi kunci agar proyek-proyek ini berjalan lancar.
Budi mengingatkan, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Semangat kebersamaan yang diajarkan dalam peristiwa hijrah harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Serang akan terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik demi kepentingan masyarakat,” ujarnya menutup sambutan.
Pemkot Serang berharap, momentum tahun baru Islam ini mampu memperkuat persatuan warga dan meningkatkan dukungan terhadap program-program pembangunan yang sedang berjalan.