TANGERANG — Pergeseran tren tenaga kerja mulai terlihat di Kota Tangerang. Jika tahun-tahun sebelumnya lowongan didominasi sektor manufaktur, Job Fair 2026 justru diramaikan oleh perusahaan jasa, khususnya kuliner, ritel, dan perbankan.
Ketua Penyelenggara Job Fair Kota Tangerang 2026, Mokhtar Kusuma Atmaja, mencatat perubahan ini cukup signifikan. Kualifikasi pendidikan yang paling banyak diminta perusahaan adalah lulusan SMA dan SMK sederajat.
Target Serapan Tenaga Kerja dan Evaluasi Tahun Lalu
Penyelenggara menargetkan setidaknya 1.000 pelamar bisa langsung terserap ke dunia kerja melalui bursa kerja tatap muka ini. Pada hari pertama, jumlah pelamar tercatat 1.207 orang. Hingga sesi kedua hari Kamis (25/6/2026), sebanyak 403 pelamar telah masuk dan proses verifikasi masih berjalan.
Evaluasi dari penyelenggaraan tahun 2025 menunjukkan angka penyerapan belum mencapai 50 persen dari total pelamar. “Tahun lalu tercatat 2.034 orang yang diterima bekerja. Kendalanya antara lain kualifikasi pelamar yang belum sesuai kebutuhan perusahaan dan adanya perusahaan yang tidak memberikan laporan hasil rekrutmen,” ujar Mokhtar.
Unit Layanan Disabilitas: Fasilitas Baru untuk Pelamar Difabel
Inovasi dalam gelaran tahun ini adalah kehadiran Unit Layanan Disabilitas (ULD). Disnaker mulai memetakan data pencari kerja difabel untuk disalurkan ke posisi yang sesuai, seperti admin, operator, dan store crew.
“Kemarin tercatat ada 26 pelamar disabilitas yang mendaftar melalui ULD, mayoritas merupakan teman Tuli. Data ini nantinya akan kami sebarkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja disabilitas,” jelas Mokhtar.
Validitas Lowongan dan Tantangan Pencari Kerja
Untuk memastikan lowongan yang ditawarkan benar-benar tersedia, Disnaker melakukan kurasi langsung terhadap 56 perusahaan peserta. Langkah ini dilakukan agar ajang ini tidak sekadar menjadi pengumpulan basis data pelamar.
Total pencari kerja yang baru lulus di Kota Tangerang mencapai lebih dari 22.000 orang. Mokhtar berharap 15.000 lowongan yang tersedia bisa menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan melimpahnya tenaga kerja lokal.
“Kami sudah fasilitasi dari dinas dengan mengundang perusahaan yang membuka lowongan. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini minimal ada banyak yang bisa langsung terserap bekerja,” tutupnya.