TANGERANG — Rata-rata tujuh kali sehari, petugas pemadam kebakaran harus turun ke lapangan. Dalam dua hari terakhir, total 14 titik api muncul di berbagai wilayah Kota Tangerang. Cuaca panas dan angin kencang disebut menjadi faktor utama api cepat membesar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyebutkan, sebagian besar insiden merupakan kebakaran alang-alang, lahan kering, dan tumpukan sampah. “Dipicu kondisi cuaca kering serta aktivitas masyarakat yang kurang memperhatikan potensi bahaya kebakaran,” paparnya, Senin (27/7/26).
Pemkot Tangerang kini meningkatkan kewaspadaan. Mahdiar mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun sisa tanaman di lahan terbuka. Selain memicu kebakaran, aktivitas itu juga mencemari udara dan membahayakan kesehatan.
Puntung Rokok di Rumput Kering Bisa Picu Api Besar
Penyebab lain yang tak kalah berbahaya adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Api kecil akibat kelalaian dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area sekitarnya, terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang,” jelas Mahdiar.
Ia meminta warga membersihkan tumpukan sampah dan rumput kering di sekitar rumah maupun lahan kosong. Langkah sederhana ini dinilai efektif mengurangi potensi munculnya titik api selama musim kemarau.
Respons Cepat Kunci Cegah Api Meluas
BPBD Kota Tangerang mengandalkan laporan warga untuk mempercepat penanganan. “Apabila masyarakat melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” kata Mahdiar.
Ia menambahkan, respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api. Warga dapat menghubungi nomor darurat yang telah disediakan Pemkot Tangerang.
Musim kemarau diprediksi masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemkot mengimbau seluruh elemen masyarakat turut serta menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya sejak dini.