SERANG — Dinas Pertanian Provinsi Banten bersama Komisi II DPRD Provinsi Banten mulai mematangkan rencana pengembangan konsep urban farming melalui budidaya anggur. Langkah ini diambil setelah melihat keberhasilan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Pioner Anggur Kota Serang dalam mengelola komoditas bernilai jual tinggi di atas lahan sempit.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir, menyatakan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk produktif secara ekonomi. Nasir menekankan bahwa teknik penanaman dalam pot terbukti mampu menghasilkan buah anggur berkualitas yang memiliki nilai pasar stabil.
“Dengan pot tanpa harus di tanah langsung ternyata anggur bisa berbuah. Jadi lahan sempit di perkotaan bisa produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Nasir saat meninjau lokasi kebun anggur di Kota Serang.
Menurut Nasir, kebun anggur perkotaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi agro eduwisata keluarga. Selain itu, pemerintah sedang mengkaji peluang kerja sama dengan satuan pendidikan untuk memasok kebutuhan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Oong Sahroni, menegaskan bahwa legislatif siap memberikan dukungan nyata terhadap keberlangsungan pertanian di Banten. Sebagai Ketua KTNA Banten, ia menilai keberhasilan budidaya anggur di lahan terbatas merupakan contoh nyata pertanian modern yang efisien.
“Ini contoh nyata urban farming yang keren. Di mana para penghobi anggur memanfaatkan lahan terbatas, tapi hasilnya berdaya secara ekonomi. Pertanian modern saat ini tidak hanya bercocok tanam, tapi juga punya nilai ekonomi tinggi,” kata Oong.
Oong berharap keberhasilan pionir anggur di Kota Serang dapat memotivasi warga di daerah lain di Banten yang ingin bertani namun terkendala luas tanah. Ia memastikan fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD akan diarahkan untuk mendukung inisiatif pertanian produktif seperti ini.
Pemerintah Provinsi Banten kini fokus pada upaya peningkatan produksi dan menjaga kualitas buah agar memenuhi standar pasar. Dinas Pertanian akan segera berkoordinasi dengan DPRD Banten untuk menyiapkan skema anggaran yang diperlukan bagi pengembangan kelompok tani anggur.
Nasir menambahkan, koordinasi intensif dengan Komisi II DPRD Banten menjadi kunci agar program ini memiliki landasan pendanaan yang kuat. Fokus utama ke depan adalah memastikan setiap kebun anggur binaan mampu meningkatkan kapasitas produksinya guna memenuhi permintaan lokal yang terus tumbuh.