BI Banten Pastikan Idul Adha Tak Picu Lonjakan Inflasi, Pola Konsumsi Lebih Terukur dari Lebaran

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 25 Mei 2026 | 16:21:01 WIB
BI Banten pastikan perayaan Idul Adha tidak picu lonjakan inflasi signifikan.

SERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten meyakini perayaan Idul Adha tahun ini tidak akan mendorong inflasi tinggi. Keyakinan ini didasarkan pada perbedaan pola belanja masyarakat dibandingkan saat Idul Fitri sebelumnya.

Konsumsi Masyarakat Lebih Terukur

Menurut Ameriza, kebiasaan berbelanja saat Idul Adha cenderung tidak berlebihan. Ia menjelaskan, masa puasa sunnah yang pendek membuat masyarakat tidak melakukan konsumsi secara besar-besaran.

"Pengalaman menunjukkan bahwa dampak inflasi Idul Adha itu tidak sebesar Idul Fitri. Puasanya (sunnah) hanya sebentar, dan konsumsinya tidak foya-foya. Jadi, kalaupun memang ada kenaikan harga, saya rasa tidak terlalu signifikan," kata Ameriza di Serang, Senin.

Harga Pangan Terkendali Jelang Hari Raya

Data Survei Pemantauan Harga (SPH) mingguan BI Banten menunjukkan pergerakan harga komoditas pangan masih dalam batas aman. Meski pekan ini mulai terlihat sedikit pergerakan setelah sebelumnya mencatat deflasi, dampaknya dinilai belum mengkhawatirkan.

Optimisme ini diperkuat oleh catatan inflasi Banten pada April 2026 yang berhasil turun menjadi 2,14 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di level 2,42 persen.

Normalisasi Harga Makanan dan Minuman

Keberhasilan menekan inflasi bulan lalu tidak lepas dari normalisasi harga pada kelompok makanan dan minuman. Sebelumnya, kelompok ini sempat melonjak akibat tingginya permintaan saat Lebaran di bulan Maret.

"Pada bulan April kita berhasil kembali berada di bawah angka nasional. Perkembangan ini cukup menggembirakan. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya base effect dari diskon tarif listrik yang kini sudah kembali normal," jelas Ameriza.

BI Banten akan terus memantau perkembangan harga secara ketat hingga perayaan Idul Adha selesai. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok agar stabilitas harga tetap terjaga.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top